MATATELINGA, Medan : Untuk menjaga hati rakyat yang saat ini masih dalam kesulitan akibat terdampak Covid-19, Anggota Dewan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan tegas menolak dan mengembalikan perangkat IT berupa Laptop dan Tablet, Senin (15/6) yang dibagikan Sekretariat DPRD Medan kemarin.Pengembalian perangkat IT itu dilakukan 2 Anggota DPRD dari PSI, Renville Napitupulu dan Erwin Siahaan dan diterima langsung bagian Perlengkapan Sekretariat Dewan. Anggota DPRD Medan Renville Napitupulu yang juga merupakan Ketua DPD PSI Kota Medan bersama Erwin Siahaan, mengatakan penolakan dan pengembalian Laptop dan Tablet itu merupakan sikap PSI dalam kondisi bangsa dan negara saat ini yang tengah berjuang melawan Covid-19 dan menjaga hati rakyat yang tengah kesusahan. Penolakan ini juga sudah dikoordinasikan dengan pengurus PSI yang juga menyetujui agar anggota dewan harus lebih fokus dengan nasib rakyat dan memberi bantuan kepada yang membutuhkan. “Bagaimana bisa kita menerima Laptop dan Tablet, sementara itu rakyat kelaparan akibat terdampak Covid-19,” ujarnya. Diakuinya, sebenarnya pemberian Laptop dan Tablet itu merupakan inventaris kantor yang akan dikembalikan pada akhir periode, setelah 5 tahun mengabdi. Di samping itu, adanya kedua barang IT itu sebenarnya sangat membantu kinerja anggota dewan.
Namun karena dibagikan di saat pandemi Covid-19 ini, masyarakat bisa merasa kurang nyaman. Karena di saat warga sibuk membicarakan masalah bantuan Sembako, kenapa wakil mereka di DPRD Medan malah bagi-bagi Laptop dan Tablet. “Itu yang harus kita fikirkan dan jaga,” ujarnya. Sesuai koordinasi dengan partai ditarik kesimpulan, penyerahan Laptop dan Tablet pada saat pandemi Covid-19 dipandang tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat. PSI lebih berkonsentrasi membantu rakyat terdampak Covid-19. Senada dengan Erwin Sihaan, di masa pandemi Covid-19 ini, harusnya semua pihak memikirkan perasaan warga yang saat ini masih butuh bantuan Sembako akibat sulitnya perekonomian. PSI sebagai partai yang bersolidaritas terhadap rakyat, tetap pada prinsipnya tidak mau menyakiti hati rakyat dan tetap berjuang membela kepentingan mereka.