MATATELINGA, Medan: Siapa pun sosok yang nantinya akan memimpin Kota Medan diminta selayaknya mau mempelajari dan meneladani kesuksesan kepemimpinan Nabi SAW dalam memimpin. Hal ini mencuat dalam diskusi yang digelar Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Kota Medan bertajuk ‘Kesiapan dan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Mensukseskan Pilwakot Medan di saat Pandemi Corona’ yang digelar secara daring, Sabtu (20/6/2020).Diskusi yang digelar melalui aplikasi Zoom itu melibatkan para pengurus dan anggota Pemuda Muslimin (PMI) Kota Medan antara lain Ketua PMI Kota Medan, Syafrudin Hanafi Siregar, Ridho Alnajar, Adam Malik Hasibuan, Awaluddin masing-masing sebagai Wakil Ketua serta M.Ichwan selaku Bendahara umum dan para pengurus harian lainnya.Membuka diskusi, Ketua DPC PMI Cabang Medan, Syafrudin Hanafi Siregar memaparkan bahwa bulan Desember 2020 merupakan puncak pesta demokrasi memilih pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2020-2024. Harapannya kata Hanafi, melalui Pilwakot ini terpilih pemimpin yang menjadikan Kota Medan sebagai kota dengan berbagai keunggulan dan prestasi di segala bidang, berani melakukan perubahan serta inovatif dalam ide dan gagasan. “Untuk mewujudkan harapan tersebut, pemimpin yang terpilih hendaknya mau mempelajari dan meneladani kesuksesan kepemimpinan Nabi SAW dalam memimpin, “sebut Hanafi.Pada diskusi itu, Hanafi menyebutkan bahwa Al Quran telah menegaskan Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepemimpinan. Ini kata Hanafi tertuang dalam Surah Al-Ahzab ayat 21.“Hal itu menunjukkan bahwa Nabi SAW memiliki kecerdasan manajerial yang tinggi dalam mengelola, mengatur, dan menempatkan masyarakatnya dalam berbagai posisi sesuai kemampuannya, sehingga dapat mencapai tujuan utama, yaitu membangun masyarakat madani yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi,” beber Ketua PMI Cabang Medan tersebut.[br]Hanafi melanjutkan ada tiga kualitas kehebatan diri Nabi Muhammad SAW yang menyebabkan tersebarnya pengaruh Islam ke seluruh dunia, yakni; mampu melihat jauh ke masa depan (visioner); Kebijaksanaan sebagai ketua negara (stateman), dan kemahiran sebagai pemimpin dalam memilih seseorang untuk di tempatkan pada jabatan tertentu.“Dalam perannya sebagai seorang pemimpin, Rasulullah memiliki karakteristik yang sangat baik dalam memimpin umat, agama dan negara. Semuanya itu dijalaninya dengan total penuh kejujuran, integritas, kedisiplinan, cinta, dan kasih sayang. Salah satu contoh ketika menyikapi orang yang melakukan kesalahan,”beber Hanafi.“Semoga Allah menganugerahkan kota ini pemimpin yang mau mempelajari dan meneladani kepemimpinan Nabi SAW agar dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik.”imbuh Hanafi mengakhiri.Diskusi daring itu juga mendengar paparan dari masing-masing peserta diskusi. Diskusi berlangsung hangat dengan rasa kekeluargaan. (mtc/rel)