MATATELINGA, Nias: Sebanyak sembilan orang nelayan dinyatakan hilang akibat insiden tenggelamnya KM Harapan Kita di perairan Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (22/6). Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan proses pencarian kepada para nelayan tersebut.Beredar informasi kapal itu tenggelam akibat cuaca buruk. Tenggelamnya KM Harapan Kita diinformasikan aparatur Desa Hiliamaetaluo, Teluk Dalam, Nias Selatan, kepada pihak Basarnas. Kapal itu dilaporkan berangkat dari Teluk Dalam, Minggu (21/6) ke arah perairan Pulau Simuk untuk mencari ikan. Kepala Seksi Operasi SAR Kantor SAR Nias Benteng Telaumbanua belum bisa memastikan penyebab maupun kronologi tenggelamnya KM Harapan Kita. “Kronologinya masih simpang siur, kita masih melengkapi datanya. Kita belum bisa memberi keterangan lengkap,” kata Kepala Seksi Operasi SAR Kantor SAR Nias Benteng Telaumbanua, Selasa (23/6).Namun tim gabungan masih melakukan pencarian ke-9 nelayan yang hilang. Selain dari Basarnas, operasi SAR juga melibatkan di antaranya personel Lanal Nias, Polair Polres Nias Selatan, BPBD, nelayan, masyarakat, serta keluarga korban. Memasuki hari kedua pencarian, ke-9 nelayan itu belum juga ditemukan. “Jadi sampai dengan saat ini belum ada informasi dari lapangan ada menemukan tanda-tanda korban atau mengevakuasi korban,” pungkasnya. (mtc/fae)