MATATELINGA, Asahan: Ketidaktegasan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kabupaten Asahan, dalam menangani penyebaran virus corona menyebabkan bertambahnya warga terinfeksi virus Corona, saat ini warga Asahan yang terinfeksi virus Corona bertambah empat orang, Kamis (25/6/2020).Jubir GTPP Covid 19 Asahan H.Rahmad Hidayat Siregar Kamis (25/6/2020) pagi mengatakan benar warga Asahan saat ini sudah bertambah empat orang yang terinfeksi virus Corona, bertambahnya warga masyarakat Asahan yang terjangkit virus Corona tersebut factor penyebabnya diantaranya tidak mengindahkan adanya himbauan Pemerintah terkait penyebaran virus ini."Selain itu juga mengabaikan protokol kesehatan yang telah dibuat Pemerintah dalam upaya pencegahan penyebar luasan serta perilaku hidup sehat yang tidak di laksanakan,'ujarnya.Lebih lanjut jubir Covid 19 Asahan H.Rahmad Hidayat Siregar mengatakan keempat warga Asahan tersebut diantaranya ARP (37) jenis kelamin perempuan warga desa Silo Timur kecamatan Buntu Pane, MS (77) jenis kelamin pria serta SS (59) jenis kelamin perempuan keduanya warga jalan Karya lingkungan I kelurahan Sendang Sari kecamatan Kisaran Barat dan seorang dokter RSUD HAMS Kisaran N (51) warga komplek RSUD HAM Kisaran, keempatnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.H.Rahmad Hidayat Siregar juga mengatakan ARP warga Sei Silau Timur Kecamatan Buntu Pane Asahan, sekira 18 Juni 2020 mengalami gangguan kesehatan demam tinggi dan atas inisiatif sendiri melakukan cek ke laboratorium Anugrah Kisaran dan dari hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan dinyatakan Positif Demam Berdarah.Selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut keluarga langsung membawanya ke dr Tunggul untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dikarenakan "ARP" sedang dalam keadaan hamil tua dan oleh dr Tunggul disarankan agar mereka periksa ke RS di Medan."Atas saran dokter tersebut pada malam itu juga "ARP" beserta Keluarga berangkat ke Medan,"ucapnya.[br]Tiba di Medan langsung melakukan pengecekan kesehatan di RS Bunda Thamrin dan di lakukan anamnesa, serta pemeriksaan uji Swab .Selanjutnya tanggal 22 Juni 2020 berdasarkan hasil uji laboratorium kesehatan di nyatakan "ARP" positif terinfeksi virus Corona.Demikian juga terhadap "MS maupun SS" yang merupakan pasutri yang berprofesi sebagai pedagang di pajak Kartini Kisaran, dalam riwayat kesehatannya pada tanggal 3 Juni 2020 keduanya mengalami keluhan sesak dan pada tanggal 15 Juni 2020 keluarga membawa mereka berobat ke RS HAMS Kisaran, dan oleh RS HAMS dilakukan pemeriksaan intensif serta dilakukan pemeriksaan Rapid Test serta hasilnya Reaktif.Pihak RSUD HAMS Kisaran melakukan rujukan ke RS Martha Friska Medan untuk dilakukan pemeriksaan uji kesehatan Swab Nasofaring, dan pada tanggal 23 Juni 2020 hasil Swab tersebut keduanya ya juga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Sementara terhadap seorang dokter spesialis yang bertugas di RSUD HAMS Kisaran " Nn" berdasarkan hasil pemeriksaan Swab yang dilakukan di RS. Columbia Medan yang hasilnya keluar pada tanggal 23 Juni 2020 juga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, dan dr "Nn" selama ini juga telah banyak menangani kasus warga yang terpapar virus tersebut."Kami berharap dr Nn segera pulih kembali kesehatannya, warga Asahan khususnya sangat menanti kesembuhannya,"pungkasnya. (mtc/ben)