MATATELINGA, Medan: Setelah lebih dari 3 bulan ditutup, Medan Zoo atau Kebun Binatang Medan yang berada di Simalingkar B, akan kembali dibuka pada Minggu (5/7/2020). Pengelola mewajibkan penerapan protokol kesehatan bagi pegawai maupun pengunjung. Pengunjung berusia di atas 60 tahun dan balita dilarang masuk. Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan, Putrama Al Khairy mengatakannya kepada wartawan ketika ditemui di Medan Zoo pada Rabu (1/7/2020) siang. Dijelaskannya, penerapan new normal di Medan Zoo dilakukan dengan menyiapkan fasilitas. Mulai dari tempat cuci tangan dengan sabun. Kemudian, pengunjung akan diukur suhu tubuhnya dengan thermo gun oleh petugas yang berjhaga di pintu masuk. Pegawai dan juga pengunjung, juga diwajibkan untuk menggunakan masker. Hand sanitizer juga disiapkan di pintu masuk. Begitupun bangku panjang di dekat pintu masuk juga diberi tali menyilang agar tidak diduduki sehingga jarak tetap terjaga. Petugas, juga akan membubarkan kerumunan pengunjung di lingkungan Medan Zoo. Dia menambahkan, dalam penerapan new normal di Medan Zoo dengan protokol kesehatan, pihaknya memutuskan bahwa mulai hari Minggu (5/7/2020), selama sebulan penuh, kemungkinan pihaknya akan melarang pengunjung berusia di atas 60 tahun dan balita untuki memasuki Medan Zoo. “Agar bisa jaga penyakit yang akan diderita oleh para usia yang potensial untuk mendapatkan penyakit,” katanya.Putrama tidak merinci lebih jauh bagaimana teknisnya di lapangan mengingat tidak sedikit pengunjung yang datang sekeluarga membawa orangtua dan anak kecil yang bahkan usianya masih hitungan bulan. Hidayat, contohnya. Pengunjung ini datang bersama keluarganya setelah lama tidak bertamasya ke kebun binatang. Dia juga membawa serta anaknya yang usianya masih 6,5 bulan. Menurutnya, kebun binatang adalah salah satu tempat wisata murah meriah, nyaman, edukatif dan menghibur bagi keluarga. Pembatasan usia pengunjung, menurutnya akan sulit dilakukan dan kemungkinan besar akan banyak pengunjung yang kecewa. “Saya sendiri lah, kalau aturan itu diterapkan, maka saya dan keluarga juga tak akan datang. Kalau kebetulan berangkatnya rombongan dan tak tahu ada aturan itu, sementara rumahnya jauh bagaimana menanganinya,” katanya.Menurutnya, sebaiknya pengelola menerapkan kebijakan lain ketimbang melarang pengunjung berusia di atas 60 tahun dan balita. “Karena toh, kita kan tahu juga. Di masa pandemi begini, kalau sakit lah orangtua dan anak, tak mungkin dibawa ke Medan Zoo. Mudah-mudahan ada sosialisasi lebih agar pengunjung tidak kecelek datang bawa orang tua dan balita. Lagipula, setiap pengunjung yang masuk kan diukur suhu tubuhnya, yang demam dilarang masuk. Tapi saya yakin pengelola punya pertimbangan lain sehingga ada larangan itu,” katanya. Diberitakan sebelumnya, Medan Zoo ditutup mulai 23 Maret 2020 dan baru akan dibuka pada Minggu (5/7/2020) dengan masa uji coba selama 4 hari dimulai hari ini. Penutupan Medan Zoo untuk mencegah penyebaran Covid-19. Penutupan Medan Zoo sempat membuat pengelola kelimpungan karena pakan satwa dapat terganggu. Namun demikian, ternyata respon kepedulian dari banyak kalangan cukup besar sehingga bantuan pakan dan lainnya terus berdatangan. Bahkan, pengelola sempat membuat penggalangan koin untuk satwa untuk memastikan bahwa 200-an satwa di Medan Zoo dapat survive di masa pandemi Covid-19. Mengingat, kebutuhan pakan saja di Medan Zoo, setiap harinya memakan Rp 3 juta. (mtc/Amr)