Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kotoran Kambing di Sulap Aiptu Manahasa Jadi Pupuk Cair

Kotoran Kambing di Sulap Aiptu Manahasa Jadi Pupuk Cair

Redaksi - Minggu, 05 Juli 2020 13:15 WIB
Hand Over
Kotoran Kambing di Sulap Aiptu Manahasa Jadi Pupuk Cair
MATATELINGA,Taput: Terobosan pembuatan pupuk organik cair dari fermentasi kotoran kambing gembel, yang dilakukan Manahasa Sihombing, anggota Polri aktif di unit Tipikor Polres Tapanuli Utara menerapkan di sela kesibukannya sebagai aparatur negara, di atas areal luasan 2 hektare lahan pertaniannya, di Desa Siborongborong II, Kecamatan Siborongborong, Taput.

Setidaknya, itulah yang saya alami setelah gagal menjadi sarjana pertanian dengan penguasaan ilmu pengetahuan dalam membantu petani," sebutnya pada Wartawan di areal pertaniannya, Minggu (5/7/2020).

Meski gagal menyelesaikan perkuliahannya di fakultas pertanian Universitas Sumatera Utara pada tahun kedua di 1999, akibat keterbatasan pembiayaan orangtua, Manahasa mencoba peruntungan dengan mengikuti pendaftaran anggota Bintara Polri yang ternyata lolos dan diterima sebagai aparatur hukum, di tahun yang sama,sebutnya.

Menekuni profesi sebagai abdi hukum ternyata, pria kelahiran 1979 ini, dipertemukan dirinya dengan seorang akademisi Universitas Gajah Mada Yogyakarta yang menghentak impian terpendamnya untuk menggeluti bidang pertanian, serta menerapkan terobosan dalam membantu kehidupan petani pada 2016.

"Beliau memaparkan soal terobosan untuk pemenuhan pupuk organik bagi petani melalui fermentasi kotoran lembu. Namun karena habitat hewan tersebut tidak cocok di wilayah Tapanuli, jenis kambing gembel sebagai hasil perkawinan silang domba dan kambing, justru menjadi pilihan tepat untuk dataran tinggi Tapanuli," paparnya.

Proses fermentasi cairan urine dan feses padat kambing gembel yang dicampur sulfur, urea, dan sejumlah bahan lainnya untuk menghasilkan pupuk organik cair pun akhirnya sukses dilakukan pada 2018.

"Saat ini pupuk organik cair 'Bhayangkara Jaya' ini dalam proses pengurusan ijin merek, dan sudah mampu membantu ketersediaan pupuk organik bagi petani di luar Taput, seperti Tanah Karo, Dairi, Humbanghas, serta petani Taput di Kecamatan Garoga, Sipahutar, Siatasbarita, Parmonangan, dan Garoga," terangnya.

Sekilas diungkapkan, proses fermentasi dilakukan dengan mengumpulkan cairan urine dan feses padat kambing yang dicampur sejumlah bahan dibiarkan tercampur sempurna dalam selama 30 hari.

Dalam tiga wadah fermentasi yang dibangunnya, setiap wadah mampu menghasilkan 3000 liter pupuk organik cair, dalam satu bulan.

"Setiap bulannya, sembilan ribu liter pupuk organik cair dihasilkan dari proses fermentasi ini," jelasnya, seperti dikutip dari Antara.

Sementara, untuk penggunaannya, setiap satu liter pupuk organik cair hasil fermentasi akan dicampur dengan 20 liter air, dan siap untuk digunakan.

"Tentunya, ini akan sangat membantu petani. Setiap sepuluh liter pupuk seharga Rp50 ribu. Soal, khasiatnya untuk tanaman, bisa dibuktikan," sebutnya.

Pupuk organik cair buatan Manahasa dinilai mampu meningkatkan kandungan unsur hara yang diperlukan tanaman, meningkatkan produktivitas tanaman, merangsang pertumbuhan daun, batang, dan akar; serta menyuburkan dan menggemburkan tanah, hingga tanaman jeruk di areal pertaniannya mampu berbuah tanpa terputus.

"Semangat saya untuk membantu para petani melalui ketersedian pupuk organik. Mari bertani kembali ke alam, dari alam, untuk alam, oleh alam," sebutnya.

Editor
:
Sumber
: Ant

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Berita Sumut

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Berita Sumut

Sumut Inisiasi Rekomendasi yang Lebih Fokus Jawab Tantangan Terkini

Berita Sumut

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Di Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Ini Langkah Kejaksaan

Berita Sumut

Pemanfaatan Sampah Dapat Menjadi Solusi Untuk Berbagai Persoalan Lingkungan

Berita Sumut

Salah Satu Pelaku Pengutipan Mau Loading Muat Mobil Diminta Rp.50 Ribu