Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Nasabah Laporkan Bank BRI ke Poldasu

Nasabah Laporkan Bank BRI ke Poldasu

Admin - Senin, 28 April 2014 21:30 WIB
Matatelinga - Medan, Karena tidak memberikan pelayanan dan kenyamanan, nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Medan, Zurnida (42) warga Jalan Rawa Gang Pinang Raya No 2 A Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai melaporkan Bank tersebut ke Polda Sumut karena telah dirugikan sebesar Rp 19.366.020.Sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL/469/IV/2014/SPKT "II" tertanggal 23 April 2014, Zurnida melaporkan Bank BRI atas ketidaknyamanan nasabah menitipkan uangnya di Bank tersebut. Menurutnya, dalam aturan undang-undang KUHPidana, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI yang dititipkan di swalayan Indomaret Jalan Rawa Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai, telah dirusak oleh sindikat pencuri spesialis ATM. Seharusnya, Bank BRI sebagai pelapor yang mengalami pencurian saya sebagai saksi korban yang telah dirugikan," jelasnya , Senin (28/4/2014) sore di Medan.Dikatakan Zurnida, untuk menjaga kepercayaan nasabahnya, pihak  Bank seharusnya memberikan upaya hukum dan membantu nasabahnya untuk mengungkap pelaku yang diduga dilakukan oleh sindikat pencurian uang di ATM BRI milik nasabahnya."Kita sudah meminta, namun Bank BRI tidak ada memberikan respon untuk membantu nasabahnya yang dirugikan," ungkapnya.Disebutkan Zurnida, peristiwa kurangnya saldo miliknya berawal saat korban mengambil uang melalui ATM di swalayan Indomaret. Namun, ATM milik korban tersangkut. "Saya tanyakan kepada salah seorang pekerja Indomaret, dan diupayakan pekerja tersebut menarik card ATM milik saya dengan gunting. Namun, ATM saya tetap sangkut. Saya pastikan dan dipertegas, tidak masalah dengan card saya yang tersangkut di mesin ATM BRI. Pekerja laki-laki itu menjawab, tidak masalah bu," jelasnya.Namun anehnya, disebutkannya, pada melaporkan kejadian itu ke kantor BRI dan dilakukan print buku tabungan, saldo yang ada di tabungan milik korban tersisa Rp 88.000."Dari print buku tabungan, ada transaksi melalui phone banking (penarikan) transper ke rekening lain. Dalam hal ini Bank seharusnya membantu pihak nasabah, karena mesin ATM milik mereka sudah dicebol sindikat pencurian," cetusnya. Pihaknya berharap, diharapkannya, aparat kepolisian dapat mengungkap kasus yang dialaminya. "Kepolisian harus mengungkap kejadian ini. Karena, tidak sedikit korban yang sudah mengalami kerugian," tegasnya.Terpisah, Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi menyebutkan, semua laporan masyarakat pasti diproses dan ditindaklanjuti. "Silahkan dipantau dan ditanyakan dengan penyidiknya untuk perkembangan kasusnya," ujarnya(Mt-01/Rel)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Rico Waas: Pembangunan Medan Butuh Sinergisitas, Pers Harus Hadirkan Jurnalisme Solutif

Berita Sumut

Rico Waas Dukung Peringatan Hari Anak di CFD, Ingatkan Pentingnya Ruang Bermain yang Aman

Berita Sumut

Rico Waas: Restoran Modern Harus Diikuti Sistem Pembayaran Pajak yang Profesional

Berita Sumut

Habis Begal Wanita, Polisi Jeput Dua Pelaku Bersenjata Tajam

Berita Sumut

Ganyang 'Setan Korup', Aliansi Mahasiswa Sumut Kepung KEJATI Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi Di Daerah Hingga Skandal Jampidsus

Berita Sumut

Pelindo Regional 1 Hadiri Undangan Wali Kota Medan