MATATELINGA, Siantar: Puluhan warga Gang Demak, Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, datang beramai-ramai sambil membawa dagangan pecal ke kantor Pengadilan Negeri Klas II Pematangsiantar di Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (8/7/2020) sekira pukul 09.30 WIB.Kedatangan sejumlah warga tersebut, tidak lain untuk mengikuti sidang perdana atas gugatan mereka terhadap Walikota Pematangsiantar Henfriansyah Noor selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.Kehadiran puluhan warga Gg Demak turut didampingi kuasa hukum dari LBH Pematangsiantar, atas gugatan Class Action yang telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Senin (29/6/2020) lalu.Protes para warga lantaran beberapa bulan lalu, pihak Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid 19 Pematangsiantar mengumumkan bahwasanya salah seorang warga Gg Demak diumumkan terpapar Covid-19.Namun alih-alih setelah dilakukan isolasi selama dua Minggu lebih di RS Adam Malik Medan dan dilakukan tes Swab sebanyak dua kali ternyata korban salah satunya atas nama Sutiem (56) telah dinyatakan sembuh."Kemarin, kita mendaftarkan gugatan Class Action ke Pengadilan Negeri Siantar leges surat kuasa dan mendaftar gugatan secara online (E Court) yang didampingi oleh kuasa hukum dan sekarang lah sidang perdana nya,"ucap Sutiem.Gugatan Class Action didasari warga yang merasa dirugikan oleh pihak GTPP Covid-19 Pematangsiantar dengan tujuan menuntut kerugian materil dan immateril (Moril).Kerugian material salah satunya warga Gg Demak merasa penanganan GTPP Covid-19 dinilai sangat buruk, sehingga menghalang-halangi mereka dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Sementara kerugian immaterial adalah guna memulihkan nama baik warga Gg Demak dihadapan masyarakat.GTPP pernah menyatakan Gg Demak zona merah penyebaran Covid-19.Ironisnya hingga kini tidak melakukan pengumuman secara resmi bahwa siapa warga tidak terpapar Covid-19.Begitupun, GTPP tidak melakukan pemulihan nama baik atas pengumuman dan identifikasi yang keliru tersebut.[br]“Sebenarnya nama baik warga sudah sangat dilecehkan karena dituduh terpapar Covid 19. Tapi sejatinya penanganan untuk itu tidak ada, dan setelah diperiksa ternyata negatif Covid 19. Bagi warga lain, mereka sebenarnya sudah tertuduh terpapar Covid 19,” jelasnya.Sebanyak 10 orang warga Gg Demak yang menjadi korban dan memberi kuasa kepada LBH Pematangsiantar. Ketua RT 002 Gang Demak, Abdul Wahid Katino mengatakan, mayoritas mata pencaharian warga adalah pedagang keliling. Karena dinyatakan Covid 19 jualan mereka tidak laku.“Yang terdampak pedagang keliling sekitar 25 orang. Jualan kami sekarang payah laku.Barang dagangan sengaja dibawa ke Pengadilan biar dikenal orang.Soalnya akhir-akhir ini setelah saya siap diisolasi berlarian semua dagangan saya dan sudah tidak laku lagi," bebernya.Pasca dinyatakan sembuh terpapar covid-19, wanita paruh baya yang merupakan pedagang pecal keliling Warga Jalan Singosari, Gg Demak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, kini tidak lagi dapat berjualan. Pasalnya tidak ada lagi warga yang ingin membeli dagangan Sutiem yang telah sembuh dari virus covid-19.Awalnya setelah dirinya dinyatakan sembuh, Sutiem berniat untuk berjualan pecal seperti biasanya, kemudian Sutiem dipinjamkan uang modal sebesar Rp 200 ribu oleh tetangganya. "Jadi setelah saya dipinjami modal, keesokan harinya saya berjualan.Tapi hanya membawa uang sebesar Rp 40 ribu, bahkan saya juga sudah keliling ditempat langganan di Jalan BDB. Padahal saya berjualan disitu sudah lama dari tahun 1993," Imbuh SutiemSutiem juga menyesalkan atas sikap Tim Gugus Tugas penanganan covid-19 Pemko Pematangsiantar, lantaran selama dirinya sembuh tidak ada kabar berita terkait dirinya bahwa telah sembuh, melainkan hanya pada saat dirinya positif terpapar Covid-19 langsung cepat dikabarkan. "Sudah 14 hari setelah saya pulang tidak ada sama sekali yang menolong.Jadi saya minta tolong kepada Walikota Hefriansyah, janganlah hanya diam, kami di tolonglah. Kampung kami bukannya jauh, bertetangganya kampung kami sama dia, Tapi dia tidak ada menolong kami," ungkap Sutiem sembari menangis.(mtc/Gea)