MATATELINGA, Medan: Kakek berinisial SL ,59, saat dilakukan paparan di Mako Polrestabes Medan, tidak tahu harus menjawab apa ketika ditanya bagaimana perasaannya setelah membunuh P ,53, pada Kamis (2/7/2020) dini hari. Dia mengaku punya alasan atas perbuatannya. Tak hanya karena merasa cemburu. “Gimana (bagaimana) mau menjawab ya,” katanya kepada wartawan di Mapolrestabes Medan pada Kamis (9/7/2020) sore saat konferensi pers. Dia lalu bercerita bahwa selama ini dia bekerja sebagai kuli bangunan di daerah Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang. Selama 2 bulan belakangan, dia menjalin hubungan asmara dengan P (53). Seringnya bertemu dengan P, membuatnya jatuh cinta. Hingga pada akhirnya pada hari yang nahas itu, dia melihat korban bersama dengan seorang pria yang kemudian diketahui berinisial D di dalam rumahnya. Dia pun mendatangi rumah tersebut dan melihat keduanya sedang bersama. Dia lalu marrrah-marah. Kemarahannya pun dibalas oleh korban dan D yang lalu mengejarnya. Saat itu, dia bersembunyi di sekitar rumah yang sebelumnya merupakan hotel melati. Dia mengetahui saat dia dikejar beberapa orang. Di saat itu lah dia mendatangi korban dan berniat meminta maaf sekaligus bertanya. “Saya minta maaf dan bertanya, mau apa tidak sama aku. Kalau tidak, kembalikan uang yang udah kukasih. Uang itu kukasihkan ke dia sebelumnya, Rp 250.000. Itu (uang) jatah kencan,” katanya.Saat itu, korban justru memarahinya. Merasa tidak ingin diketahui orang lain yang tadi mengejarnya, dia pun mencekik korban selama 15 menit. Setelah itu, dia pun melarikan diri sebelum orang-orang yang mencarinya tadi kembali ke rumah. Dia mengaku awalnya tidak ingin membunuh korban. Dia sudah meminta korban untuk diam namun korban tetap beteriak-teriak. “Daripada aku dipukuli orang yang datang karena nengok aku di rumah, bagus kudiamkan aja dia. Matikan saja dia,” katanya. [br]
7 Tahun Ditinggal Istrinya ke MalaysiaSL alias Kakek ini mengaku dirinya hanya tinggal bersama dengan 3 orang anaknya yang sudah berusia dewasa namun baru 1 anak perempuannya yang sudah berrumah tangga. Sementara itu, istrinya sudah 7 tahun pergi ke Malaysia sebagai pembantu rumah tangga dan tidak pernah pulang. “Sekalipun tak pernah pulang. Katanya dulu pergi untuk bantu-bantu ekonomi keluarga, tapi tak pernah kirim uang ke sini,” katanya. Menantu korban, Ferdi Ginting yang hadir dalam konferensi pers tersebut mengucapkan terima kasih kepada Polsek Pancur Batu dan Polrestabes Medan yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan menangkap tersangkanya dengan cepat. “Terima kasih, kami berharap korban dihukum mati,” katanya. Sementara itu, Kakek yang berdiri di belakang Riko terus menundukkan kepalanya. Diberitakan sebelumnya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, tersangka mengaku memiliki hubungan asmara dengan korban. Motif pembunuhan itu, kata dia, karena merasa cemburu.