MATATELINGA, Medan: Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Pintor Nasution menjelaskan pada bulan Juni 2020, warga Sumut sudah mulai kuat mempercayai pasar modal.Berdasarkan data, pada April 2020, nilai transaksi sebesar Rp 7.523.853.892.885. Kemudian Mei 2020, nilai transaksinya Rp 7.638.497.916.228. Dan pada Juni 2020, nilai transaksi naik signifikan menjadi Rp 13.806.280.775.709."Dari data yang kita kumpulkan, nampak investor Sumut di bulan Juni bisa di bilang sudah mulai percaya akan pasar, itu tercermin dari data transaksi yang naik hampir 2 kali lipat," ujar Pintor, Selasa (14/7/2020).Dari data, kata dia, bisa dibilang pada kuartal II 2020, pahitnya dampak pandemi Covid-19 ini benar-benar dirasakan oleh investor. "Di Juni 2020, beberapa stimulus sudah dirasakan memberikan dampak yang baik ke perekonomian," jelasnya.Selain itu, pada semester I 2020, tercatat 58.880 single investor identification (SID) di bursa. Jumlah ini bergerak positif dari Desember 2019 yang hanya 50.023 SID, atau naik sebesar 8,880 SID.Di kesempatan ini, Pintor mengungkapkan, BEI kini sudah memasuki usia 28 tahun. Selama 28 tahun perjalanannya, BEI telah mencatatkan sejumlah pencapaian yang membanggakan untuk perkembangan Pasar Modal Indonesia.Milestone Bursa setelah diprivatisasi pada 13 Juli 1992 adalah diberlakukannya Otomasi Perdagangan dengan Jakarta Automated Trading System (JATS). Kemudian, sambung dia, penerapan Remote Trading di pasar modal berhasil diimplementasikan pada 28 Maret 2002. Menandai pencapaian berikutnya, pada 30 November 2007, Bursa Efek Surabaya bergabung dengan Bursa Efek Jakarta menjadi BEI.Dengan target 46 pencatatan efek baru pada tahun 2020, BEI telah berhasil menorehkan 41 pencatatan efek baru yang terdiri dari 32 pencatatan efek saham, 1 obligasi baru, 7 ETF baru, dan 1 EBA. Data sampai dengan Juni 2020, jumlah investor telah mengalami peningkatan 18 persen menjadi 2,9 juta investor untuk total investor saham, obligasi, dan reksa dana berdasarkan Single Investor Identification (SID). Khusus untuk investor saham, peningkatan telah terjadi sebesar 12% menjadi 1,2 juta investor saham. "Semua pencapaian ini tentunya merupakan kerja keras seluruh stakeholders yang tetap memberikan kontribusi dalam memajukan Pasar Modal Indonesia," tandasnya. (mtc/amel)