MATATELINGA, Tebingtinggi: Mengetahui adanya kabar seorang pasien Covid 19 meninggal kembali warga Dusun VIII Desa Paya Pinang Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melakukan aksi protes dengan cara menghadang para penggali liang lahat yang dilakukan oleh pihak Dinas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Kebersihan (Perkimsih) Kota Tebing Tinggi.Terkait aksi protes warga Dusun VIII Desa Paya Pinang Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Sergai, Kadis Kesehatan Kota Tebing Tinggi selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pemko Tebing Tinggi, dr Nanang Fitra Aulia, saat dikonfirmasi kru MTC membenarkan hal tersebut.Awal mulanya warga Dusun VIII Desa Paya Pinang Kabupaten Sergai, kamis malam sekira pukul 22.00 wib pihakanya mendapatkan kabar bahwa pasien Probable Covid-19 meninggal dunia, pihaknya langsung menghubungi Dinas Perkimsih Kota Tebing Tinggi untuk segera mjenurunkan timnya guna melakukan penggalian lubang lahat.Dan pada saat proses penggalian dilakukan ramai-ramai warga kembali melakukan protes dan sempat menyetop Proses penggalianpun, hingga proses penggalian pun sempat terhenti.Penggalian kembali dilanjutkan setelah personil Mapolsek Padang Hailir selaku pengamanan lokasi dibantu personil Mapolres Tebing Tinggi dan personil Koramil 13 datang kelokasi penggalian liang lahat sembari memberikan penjelasan kepada warga yang melakukan aksi protes.Akhirnya wargapun dapat memahami dan membubarkan diri sebnagian, sebagian lagi turut menunggu datangan jenazah korban yang akan dilakukan pemakaman.Sekira pukul 02.00 Wib, jenazah tiba dilokasi dan langsung dilakukan proses pemakaman, dengan menjalankan protokoler kesehatan Covid 19, berjalan aman dan lancer, meski sebagian ada warga yang juga rebut dan merasa ketakutan.Terkait dengan semakin meningkatnya kasus positif Corona pada masyarakat Tebing Tinggi, Nanang menghimbau agar kiranya warga harus lebih waspada terhadap Covid-19 yang tidak bisa dianggap main-main.“Tetaplah menggunakan masker dan rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir, dan jangan anggap enteng dengan Covid-19, karena kasus kematian dan positif di Kota Tebing Tinggi terus meningkat,” pesannya mengakhiri.(mtc/bas)