MATATELINGA, Medan: Memasuki hari keenam, Operasi Patuh Toba 2020, Polda Sumatera Utara mencatat jumlah pelanggaran sebanyak 2838 perkara.Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, dari jumlah pelanggaran itu, sebanyak 866 pengendara ditilang. Sedangkan 1972 pengendara hanya mendapatkan teguran."Ada 2838 pelanggaran yang terjadi pada hari keenam Ops Patuh Toba 2020," sebutnya, Selasa (28/7/2020).Tambah Nainggolan, jenis pelanggaran yang terbanyak yakni tidak menggunakan helm sebanyak 265 perkara. Kemudian, pengendara yang melawan arus lalu lintas sebanyak 77 perkara.Sedangkan pengendara yang menggunakan handpone sebanyak 7 perkara. Lebih batas kecepatan sebanyak 1 perkara, pengendara dibawah umur 25 perkara dan pelanggaran muatan lebih sebanyak 66 perkara."Sedangkan pelanggaran lain-lain sebanyak 157 perkara," ucap dia.Untuk kecelakaan lalulintas di hari ke-6 ini, sambung Nainggolan ada 11 kasus. Dimana dalam kasus kecelakaan itu menelan 6 korban meninggal dunia."Korban luka berat 7 orang dan luka ringan 9 orang. Sedangkan kerugian materi mencapai Rp20.500.000," ungkapnya.Kasubbid Penmas Polda Sumut mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi aturan berlalulintas. Dan tetap menerapkan protokole kesehatan.[br]Seperti diketahui, lelaksanaan Operasi (Ops) Patuh Toba yang digelar selama 14 hari sejak 23 Juli hingga 5 Agustus akan melibatkan personel satuan tugas Polda dan satuan tugas wilayah."Ada sebanyak 1.295 personel yang dilibatkan dalam Ops Patuh Toba 2020, terdiri satuan tugas Polda 100 dan satuan tugas wilayah, 1.195," jelas Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (21/7).Kata Nainggolan, Ops patuh Toba itu digelar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini mengedepankan preemtif dan preventif dan penindakan hukum guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap polisi Lalu lintas dalam rangka pencegahan/penularan Covid-19."Dalam pelaksanaan Ops Patuh Toba 2020 itu, kita juga didukung instansi terkait," terang Nainggolan.Sedangkan untuk target kegiatan, adalah menurunnya titik lokasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran sesuai karakteristik wilayah masing-masing (tematik) dengan tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara preemtif, preventif dan persuasif yang humanis.