MATATELINGA, Siantar: Pencarian terhadap Sauqi bocah malang yang terseret arus banjir pada Minggu sore tepatnya di Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Sitalasari, akhirnya dihentikan di hari keempat sejak bocah itu dinyatakan hilang.Hal itu dikatakan oleh Yudi, ayah korban saat berbincang dengan wartawan Rabu (29/07) sekira pukul 11.00 Wib siang, di rumahnya yang beralamat di Komplek Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar.Menurut penuturan Yudi, proses pencarian buah hatinya itu resmi dihentikan oleh Tim Gabungan BPBD, Brimob dan Tim SAR Selasa (28/07/2020) Sore. " Jadi Tim Gabungan memberhentikan pencarian nya semalam sore kata Yudi dingan mata berkaca-kaca. "Semalam sore pak lurah datang kemari dan menyebut pihak BPBD, Brimob dan Tim SAR berhenti melakukan pencarian. Meskipun demikian Tim Gabungan bisa kembali melakukan pencarian asalkan ada permohonan dari keluarga," ujar Yudi menjelaskanWalaupun demikian. Hal itu tidak mematahkan semangat Yudi dan rekan-rekannya untuk mencari keberadaan korban. Saya dan Warga terus melakukan upaya pencarian terhadap anak saya, ujar Yudi."Makanya saya sedih, banyak warga disini ikut prihatin dan terus mendorong saya untuk melakukan pencarian. Bahkan ada yang bilang dua minggu kedepan pun akan kita cari," Ujar Yudi.Korban Dikenang Selalu Berperilaku Baik Dan Rajin SholatArjuna Sauqi Alyudha bocah enam tahun yang terpeleset dan terseret aruas air hingga hanyut tepatnya di Jalan Sisingamangaraja simpang Jalan Viyata Yudha Kecamatan Siantar Sitalasari, pada Minggu (26/7/20 sekira pukul 16.30 WIB, dikenang keluaga dan warga berperilaku baik dan rajin sholat.Sauqi yang merupakan anak ketiga dari liama bersaudara dari pasangan suami istri Yudi dan Wilda. Menurut penuturan Yudi Ayah kandung korban-red, korban dikenal sebagai anak yang nurut pada orang tua dan rajin sholat."Dia itu. Nurut kali sama saya dan mamaknya, ditegor aja dia itu pasti dah nurut. Dia (korban) rajin sholat. Jadi klo ada suara ajan langsung ke mesjid dia itu," beber Yudi dengan muka merah dan meneteskan air mata."Sebelumnya Kejadian Korban Merengek Kepada Ibunya Untuk Mandi Hujan".[br]Kepergian memang selalu meninggalkan kenangan ataupun luka, begitulah yang dialami Sepasang pasutri yang berkediaman di Komplek Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Sitalasari. Apalagi jika yang meninggal mereka adalah buah hati tentunya mengalami luka yang cukup mendalam.Hilangnya Arjuna Sauqi Alyudha bocah enam ini membuat keluarga nya sangat terpukul dan kehilangan. Tak hanya itu warga setempat dan kerabat sanak saudara sangat terpukul atas hilangnya bocah mungil itu.Adapun Kronologis yang terus diingat keluarga, dimana sebelum kejadian Sauqi sempat merengek kepada ibunya untuk meminta mandi hujan. "Sehabis sholat azhar sekira pukul 16.25 Wib korban sempat pulang ke rumah dan meminta kepada sang ibu untuk mandi hujan", Jelas Yudi."Sauqi : Mak, aku mandi hujan ya Mak. "Ibu : Gak, gak boleh ujar sang ibu."Sauqi : Adek aja kemarin boleh mandi hujan Mak, aku kok gak boleh. Lanjut Sauqi.Namun sayangnya, Tegoran sang ibu tak dihiraukan bocah malang itu dan langsung pergi dan mandi hujan bersama kawan kawan sebayanya. Berselang beberapa menit kemudian, sang ibu terkejut ibarat tersambar petir dibuah hatinya dinyatakan hilang terseret arus air."Keluarga, Kepergiannya Kami Ikhlas Kami Cuma Ingin Mengubur Jasad Nya Saja"Kepergian Arjuna Sauqi Alyudha bocah enam tahun yang hilang terseret arus air disiantar sudah mulai di ikhlaskan keluarganya. Hal itu dikatakan oleh Sang Ayah kandung korban-red."Kalau kepergiannya kami semua sudah ikhlas. Hanya saja kami ingin menemukan jasad anak kami itu," Ujar Yudi dengan mata berkaca-kaca.Untuk itu, Saya dibantu oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat terus melakukan upaya pencarian terhadap korban. " Jadi kami cari terus bang. Sampai tengah malam kami cari semalam, dan pagi ini juga kami lakukan dan seterusnya sampai ketemu ujar Yudi. (mtc/matius gea)