MATATELINGA, Siantar: Kurang lebih tujuh hari lamanya bocah enam tahun yang dinyatakan hilang terseret arus air di Siantar akhirnya ditemukan warga Minggu (2/8/2020) sekira pukul 06.00 Wib, tepatnya di Sungai Bahbolon Huta I Nagori, Pematang Kerasaan Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, kondisi meninggal dunia.Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang pembersih Jembatan bernama Samuin yang juga merupakan warga setempat. Menurut penuturan Samuin, pada saat penemuan sekira pukul 06.00 Wib, dirinya melewati kawasan tersebut (tempat penemuan korba), secara tidak sengaja Samuin pun melihat Sosok mayat dibawah jembatan dengan posisi tersangkut di kayu-kayu yang ada didalam air.Melihat hal tersebut, Samuin pun memberitahukan kepada warga setempat dan seterusnya dilakukan proses pengevakuasi terhadap Jenajah. Selanjutnya sekira pukul 10.00 Wib, korban dibawa ke ruang Otopsi Jeazah RSUD Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar untuk keperluan otopsi jenazah.Seterusnya, Sekira pukul 11.00 Wib korban pun tiba di ruang forensik RSUD Djasamen Saragih dan sudah ditunggu pihak keluarga. Setiba diruang forensik RSUD Djasamen Saragih pihak keluarga menyebut jika korban adalah Sauqi, diketahui dari ciri korban.Terpisah Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud saat diwawacarai wartawan tepatnya diruang forensik RSUD Djasamen Saragih menyebut jika mayat bocah mungil yang temukan warga di kerasaan Minggu pagi adalah bocah Sauqi (6), warga Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari Pematang Siantar."Jadi dari Keterangan keluaga korban. Jenajah tersebut adalah bocah Sauqi yang Sempat dinyatakan hilang seminggu lalu," kata Iptu Amir Mahmud.Adapun kondisi korban saat ditemukan dalam kesaan tidak utuh dan sudah membusuk. Kata Iptu Amir Mahmud.Selanjutnya, pihak keluarga membuat surat pernyataan kepada pihak kepolisian agar tidak dilakukan upaya Otopsi terhadap Jenajah Korban dimana keluaga anggap korban tewas wajar terseret arus air. " Jadi keluaga meminta agar tidak diotopsi, dan selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan," ujar Iptu Amir Mahmud mengakhiri. (Gea)