Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
WBC Serang Padi di 5 Kecamatan di Serdang Bedagai, 1,6 Hektare Puso

WBC Serang Padi di 5 Kecamatan di Serdang Bedagai, 1,6 Hektare Puso

- Selasa, 04 Agustus 2020 21:15 WIB
Mtc/Ist
MATATELINGA, Sergai: Kabupaten Serdang Bedagai merupakan salah satu sentra produksi padi di Sumatera Utara (Sumut). Ada 5 kecamatan yang saat ini terdapat serangan wereng batang coklat (WBC) namun masih di bawah ambang kendali. 

Tercatat, 1,6 hektare dari 810 hektare luas tanam padi yang mengalami puso atau gagal  panen. 

Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Marino ketika dihubungi via telepon pada Selasa (4/8/2020) sore. 

Dijelaskannya, 5 kecamatan itu yakni Sei Rampah, Tanjung Beringin, Pematang Pelintan, Silau Rakyat, Sei Rampah dan Sei Rejo. Dari 5 kecamatan itu, serangan WBC yang paling banyak ada di Sei Rampah, namun masih dalam tingkat ringan. 

“Jadi gini, yang di Desa Pematang Ganjang, Sei Rampah, luas tanam kan ada 810 hektare. Umurnya 45 " panen. Sebagian ada yang panen, tetapi yang  terserang wbc itu ada 2,1 hektare. Yang puso ada 1,6 hektare. Jadi ringan. Bukan puluhan hektare” katanya. 

Dengan adanya serangan WBC, pihaknya merekomendasikan kepada petani untuk memanen lebih awal karena musim panennya sudah tinggal seminggu lagi. Menurutnya, bisa saja akan terjadi penurunan hasil panen. Namun dia berhadap tidak terjadi penurunan signifikan. 

"Penurunan berapa persen belum diketahui, karena harus diubin kemudian ditimbang hasilnya berapa 1 hektare berapa. Kalau hanya 1,6 hektare itu kan kecil tapi tak bisa dibiarkan. Mungkin akan ada penurunan, tapi mudah-mudahan tak signifikanm,” katanya. 

Monitoring Setiap Kecamatan

Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pertanaman padi di setiap kecamatan di kabupaten/kota lainnya di Sumut. Setiap 2 minggu sekali ada laporan monitoring di lapangan. Dari laporan yang sudah masuk, serangan WBC juga terjadi di Deli Serdang denga populasi di bawah ambang kendali, yakni 8 ekor per rumpun. 

[br]

Kemudian di Langkat, kondisinya masih aman dengan populasi sebanyak 5 ekor per rumpun. Namun demikian, berapapun jumlahnya tetap dilakukan pemantauan agar tidak mencapai 10 ekor per rumpun. “Kita pantau di semua kecmaatan termasuk Batubara, Asahan, Simalungun, dan lainnya. Sentra padi kita pantau terus,” katanya. 

Begini Strategi Pengendaliannya Marino menambahkan, untuk pengendalian WBC, harus dilakukan tanam padi secara serentak, penggunaan varietas toleran seperti Inpari 13, Inpari 31 dan Inpari 33. Kemudian menggunakan perangkap lampu (light traps). 

“Alat ini penting untuk mengetahui kehadiran wereng imigran dan dapat menangkap wereng dalam jumlah besar. Lampu perangkap dipasang pada ketinggian 150-250 cm dari permukaan tanah. Hasil tangkapan dengan lampu 100 watt dapat mencapai 400.000 ekor/malam,” katanya.  

Selain itu, pengendalian harus dilakukan pada generasi I. Untuk itu, petani harus mencatat waktu puncak populasi imigran awal sebagai sebagai generasi nol (G0). Sedangkan pada 25-30 hari kemudian  akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-1. 

“Pengamatan atau monitoring wereng coklat  pada 1-2 minggu sekali. Misalnya, 20 rumpun arah diagonal.  Hitung jumlah wereng coklat pada minggu ke- I dan musuh alami laba-laba dan seterusnya,” katanya.

Sementara itu, penggunaan insektisida, harus memperhatikan berbagai faktor. Misalnya dengan mengeringkan area sawah sebelum aplikasi insektisida baik yang semprotan atau butiran. Kemudian, aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada antara pukul 08.00 pagi sampai pukul 11.00. 

“Dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang padi. Tepat dosis dan jenisnya yaitu yang berbahan aktif Pymetrozine, dinotefuran,” katanya.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Tim Peserta Mulai Berdatangan, Gubernur Bobby Nasution Sukses Bawa Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19

Berita Sumut

Usai Dilantik Rico Waas, PWPM Aktif Bergerak dan Gelar Kurban Iduladha 1447 H

Berita Sumut

Como 1907 adalah klub kecil yang disulap oleh Djarum Group

Berita Sumut

Camat Namorambe Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Berita Sumut

Pelindo Regional 1 Laksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026

Berita Sumut

Persidangan Kasus Satelit Orbit 123 BT, Saksi Beber Dalang Perintah Teken CoP Navayo