Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Benarkah, Teriakan Pengulu, Pelajar Di Simalungun Jadi Bulan - bulan Masa...?

Benarkah, Teriakan Pengulu, Pelajar Di Simalungun Jadi Bulan - bulan Masa...?

- Rabu, 12 Agustus 2020 06:00 WIB
Matatelinga.com
Pelajar korbn pengeroyokn mendapat perawatan
MATATELINGA, Simalungun:  Naas nasib sial, Pelajar Warga Perdagangan Kabupaten Simalungun jadi Bulan - bulan masa dan harus dilarikan ke RS Umum Perdagangan setelah bertubi-tubi pukulan mengenai seluruh tubuh nya.

Pasalnya,remaja 17 tahun itu di keroyok oleh, kabarnya orang suruhan yang disebut-sebut Pangulu Maria Bandar berinisial MS. Pengeroyokan itu terjadi Pemandian Mata Air Maria bandar Sektor Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Korban DT ditemui Wartawan, yang didampingi orang tuanya Lince Pasaribu mengatakan bahwa kejadian awal sudah sebulan yang lalu.

Dijelaskannya,sekira satu bulan yang lalu dirinya sempat terlibat pertengkaran dengann salah seorang pemuda bermarga Panjaitan tepatnya di permandian Maria Bandar. "Jadi sekira satu bulan lalu pada saat saya berenang. kawan si Panjaitan ini Salto jadi kenak kepala ku bang dan kami bertengkar disitu," katanya.

Namun pada Minggu,(9/9/2020) kemarin,mereka kembali mandi lagi di permandian tersebut. Hanya saja,lawan korban bermarga Panjaitan kembali meneror dia di Permandian tersebut.

"Aku diteror bang, dibolanginya (diliatin) aku terus.Pas naek aku ke atas'kubilang apa bang?, kenapa bg?,belum puas abg keroyok aku dulu'," kata DT kepada korban.

Saat itu,pria bermarga Panjaitan itu pergi dan ternyata korban sudah di menunggu di Parkiran. Korban DT, Abang dan Orang tuanya pun datang ketempat itu, Namun lantaran saling ngotot dan tak ada mau mengalah. keributan pun terjadi.

"Jadi pas keributan itu saya yang didampingi mamak saya dan abg saya ada pangulu disitu bang,jadi pangulu itu lah yang merintahkan aku dikeroyok. dibilang pangulu itu'yah udala kok gk ada lagi kalian hargai aku disini. serang aja dia (korban)" kata DT menirukan perkataan Pangulu.

Mendengar ucapan Pangulu seperti itu,Puluhan massa pun membabi buta memukuli Korban DT hingga tak sadarkan diri. "Lebih dari 30 orang mukuli aku bang,si Pangulu itu lah propokatornya," ungkapnya.

Setelah saya (DT) jatuh sudah tak berdaya lagi sejumlah masapun meninggalkan dengan membubarkan diri begitu saja. Atas peristiwa itu, saya harus dilarikan ke RS Umum Perdagangan dan kehilangan barang berharganya berupa Kalung Emas,Hp Dan Uang Rp 300 ribu rupiah, sebutnya.

Sementara Ibu Korban Lince Pasaribu,mengatakan pasca kejadian dia tak bisa berbuat apa-apa dan menolong anaknya yang dikeroyok massa.

"Gak terima aku,didepan Mataku lah anak ku di pukuli, uda ku peluknya dia.tapi tetap di pukuli orang itu,sampai aku pun kenak pukul juga," sebut br Pasaribu ini.

"Pangulu itu lah yang menyuru anak ku di pukuli,kami ada saksi kalok pangulu itu menyuru anak ku diserang," tambahnya.

Ia juga berharapa,kepada pihak kepolisian agar mengungkap para pelaku-pelaku yang mengkroyok anaknya itu. "Kami sudah buat LP minggu itu di Polsek Perdagangan,karna anak saya di bawah umur,jadi harus didampingi.semoga polisi cepat mengungkap para-para pelaku yang menganiaya anakku," harapnya.

Sementara,Pangulu Maria Bandar yang berhasil dikomfirmasi membantah atas tuduhan bahwa dia yang menyuruh untuk di pukuli. "Jadi gininya itu bang,masalah ini kan sudah hampir sebulan jadi uda di damaikan yang menjaga pemandian itu.satu bulan lagi jumpa lagi orang itu.ribut lagi di pemandian itu," katanya.

Dijelaskannya,bahwa saat itu DT ada memukul marga Panjaitan itu.setelah di pukul Panjitan datang melapor kerumahnya bersama bapaknya.

"Jadi ku bilang saat itu,kita damaikanlah.panggilah si DT itu.saat itu ada juga orang tuanya datang.Tapi begitu keluar si Panjaitan ini diajaknya si DT ini lagi maen," sebutnya.

"Jadi ku bilang saat itu,jadi terserrah kalianlah kok gak bisa lagi kalian damai.gak ada saya suruh itu menyerang.Saya sebagai pangulu disitu bertanggung jawab.yang menyelamatkan korban DT pun saat itu saja.jadi itu tidak benar,datang lah lae kekantor biar ku jelasakan,biar enak kita ceritanya," pintanya.

Terpisah,Kapolsek Perdagangan AKP Josia Perdagangan mengatakan bahwa laporannya masih di proses. "Masih kita proses laporannya,nanti saya cek lagiyah," kata Josia.(Gea)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Berita Sumut

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Berita Sumut

Sumut Inisiasi Rekomendasi yang Lebih Fokus Jawab Tantangan Terkini

Berita Sumut

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Di Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Ini Langkah Kejaksaan

Berita Sumut

Pemanfaatan Sampah Dapat Menjadi Solusi Untuk Berbagai Persoalan Lingkungan

Berita Sumut

Lika Liku Kisah Penghulu di Pulau Pulau Batu