Pasca Tewasnya Manusia Silver, Pemerintah Harus Serius Dalam Menangani Masalah Ini

- Selasa, 01 September 2020 22:45 WIB
Matatelinga/Antara
manusia silver
MATATELINGA, Medan: Pasca tewasnya manusia silver seharusnya menjadi evaluasi dan perenungan bagi kita agar jangan sampai kejadian serupa terulang kembali. Menjamurnya "manusia silver" akhirnya memakan korban jiwa bocah 10 tahun yang terlindas truk di Jalan Amal Sunggal. 

Lemahnya pengawasan yang dilakukan pemangku kepentingan diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakan karena aktivitas “manusia silver” mengabaikan aspek keselamatan khususnya di jalan raya.Demikian disampaikan Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi di Medan, Selasa (1/9/2020).

"Sudah seharusnya "manusia silver" pada masa covid-19 berkurang bahkan hilang dari jalan raya bukan makin bertambah setiap hari. Bukan sebaliknya, pandemi covid-19 yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat tidak boleh menjadikan pemerintah seolah-olah membenarkan keberadaan anak-anak di jalanan untuk meminta-minta," kata Padian Adi.Menurut Padian Adi, jumlah "manusia silver" bertambah setiap bulan menjadi bukti bahwa pemerintah, khususnya dinas sosial setempat tidak serius dalam mengelola masalah, khususnya pada anak. "Tentu pemerintah harus serius mengurai fenomena “manusia silver” agar tidak bertambahnya korban khususnya anak-anak yang tidak punya kemampuan yang cakap untuk melindungi dirinya. 

Pertumbuhan “manusia silver” anak yang cukup tinggi diduga diorganisir oleh pihak tertentu, apalagi “manusia silver” anak masih belum terlindungi dari maraknya kasus eksploitasi. Salah satu buktinya, banyak anak-anak yang berdandan sebagai manusia silver di pinggir-pinggir jalan," tandasnya.

Fenomena “manusia silver” sangat berbahayam bagi kelangsungan masa depan anak, lanjutnya. Bukan hanya eksploitasi, tapi juga merusak kesehatan anak-anak. Silver panas yang berasal dari cat besi atau cat lain yang merusak kulit dan bukan tidak mungkin bisa terhirup yang pada jangka panjang merusak saluran pernafasan."Manajemen pengawasan dan penertiban yang salah kelola, khususnya dinas sosial sebagai ujung tombak yang melihat ini kenapa lepas. 

Tentu semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat khususnya dinas sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat menangani masalah ini dengan serius, sebelum anak dijadikan manusia silver terus bertambah, semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," katanya.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Sial!!! Maling Kabel Tewas Ditimpa Runtuhan Beton di Medan Petisah

Berita Sumut

Tewas Ditabrak Truk Fuso

Berita Sumut

Gegara Senggolan, Pelajar SMP Tewas Dianiaya di Medan Deli

Berita Sumut

Mobil Mewah Tabrak Pedagang, 1 Tewas

Berita Sumut

Empat Pilot Angkatan Udara Filipina Tewas

Berita Sumut

Polda Sumut Ungkap Penembakan di Tanjung Morawa, Dua Tersangka Diamankan