MATATELINGA, Medan : Pandemi Covid-19 turut memberi dampak dalam upaya pemerintah Kota Medan dalam penanggung HIV AIDS. Karenanya, Jaringan Indonesia Positif (JIP) mendesak agar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Medan secapatnya untuk merancang Rencana Statergi (Renstra) HIV AIDS Kota Medan. "Semua program yang sudah dicanangkan di Kota Medan, termasu program penanggulangan HIV AIDS di Kota Medan terdampak negatif di masa pandemi Covid-19. Sehingga perlu dilakukan langkah cepat guna mengatasi persoalan yang terjadi saat ini," ujar Focal Point JIP Medan, Samara Yudha Arfianto, S. Psi dalam Diskusi Lintas Sektor terkait dengan Rencana Strategi (RENSTRA) HIV Kota Medan Jaringan Indonesia Positif (JIP) di Cut Dewi Caffe, Jalan Gagak Hitam Medan, Rabu (9/9/2020).Dia menuturkan Renstra harus dibuat dengan melibatkan jaringan yang tergabung dalam sinergitas, agar nantinya Renstra maupun Perda dapat mengakomodir kepentingan bersama. Sehingga dalam implementasinya dapat dipertanggung jawabkan bersama. "Karena segala sesuatunya terkait dengan Renstra maupaun Perda pelaksana ada di lembaga atau pegiat di isu HIV dan Pemerintah Kota Medan," kata dia. Di kegiatan yang dihadiri KPA Kota Medan, Forum LSM Peduli AIDS Kota Medan, Praktisi Hukum, Akademisi, serta Kelompok Masyarakat ini, Yudha menerangkan, pelibatan lintas sektor sangat diperlukan dalam pelaksaan program HIV AIDS di Kota Medan. Mengingat program HIV AIDS di Kota Medan masih banyak terkendala. Diantara kendalanya, jelas Yudha, anggaran HIV AIDS di Kota Medan masih relatif kecil, sehingga belum bisa menjangkau keseluruhan program penanggulaangan HIV AIDS di Kota Medan. Kemudian persoalan ketersedian ARV bagi ODHA sering terkendala pengadaannya. Lalu belum tersedianya shelter untuk anak HIV di Provinsi Sumatera Utara maupun Kota Medan, sehingga beberapa anak HIV sementara dititipkan ke salah satu panti asuhan milik swasta di Kota Medan. "Selain itu nutrisi tambahan juga sangat di butuhkan bagi ODHA maupun ADHA, mengingat tidak sedikit ODHA / ADHA hidup yang pas pasan, sehingga mereka tidak mampu untuk memenuhi saupan gizi yang cukup terkhusus bagi ADHA," jelas dia.Karenanya, imbuh Yudha, perlu adanya pelibatan kelompok masyarakat/kader untuk edukasi dan sosialisasi di Mlmasyarakat terkait HIV AIDS. Dikarenakan stigma dan diskriminasi masih terjadi terhadap ODHA. Sehingga saat ini JIP menggandeng Kelompok Peduli Masyarakat (KPeMa) Sumut dan Forum Kader Kesehatan Kota Medan untuk terlibat dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi di masyarakat. (mtc/amel)