Matatelinga - Medan, Komisi B DPRD Medan menemukan naskah soal UN yang tidak lengkap,dalam monitoring hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP sederajat di kota Medan. Seperti di SMPN 7 Medan, naskah soal dari 50 materi yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, ternyata soal ujian No 45 tidak ada (kosong). Dewan menilai kinerja panitia pencetak soal masih amburadul dan belum profesional.
“Ini membuktikan kinerja panitia tidak profesional. Bagaimana mungkin hasil UN maksimal kalau kinerja panitia tidak beres. Kita sangat menyayangkan kejadian ini, kita harapkan ke depan tidak terjadi lagi”, ujar wakil Ketua Komisi B DPRD Medan HT Bahrumsyah saat peninjaun UN di SMPN 7 Medan, Senin (5/5/2014). Monitoring tersebut didampingi anggota komisi B lainnya yakni, M Yusuf, Roma P Simaremare, Juliaman Damanik dan Ir Yahya Payungan Lubis dan mereka diterima Kepsek SMPN 7, Mahmud.
Selain kekurangan nomor soal dalam naskah ujian, kesalahan lain juga terjadi seperti masalah sampul naskah soal. Dimana naskah soal seharusnya bersampul besar dan kecil. Namun ternyata hanya pakai naskah soal yang besar saja. Kejadian tersebut membuat pihak pengawas dan sekolah sempat kebingungan.
Lanjut Bahrumsyah, pada pelaksanaan UN kali ini seharusnya tidak terjadi masalah lagi. Sehingga kecurangan dapat diminimalisir dan pelaksanaan UN yang murni dan berkualitas dapat terlaksana dengan baik serta maksimal.
Kepsek SMP N 7 Medan Drs Mahmud kepada anggota DPRD Medan komisi B menyebutkan, dengan adanya kekurangan tersebut pihak sekolah sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan dan selanjutnya sudah membuat berita acara.
Dari 297 jumlah siswa kelas IX SMPN 7 seluruhnya hadir mengikuti UN. Sedangkan untuk menghadapi UN, sebelumnya siswa sudah dibekali persiapan yang matang melalui pelajaran tambahan dan tryout dari berbagai lembaga dan pihak sekolah. Untuk itu, pihak sekolah sangat berkeyakinan kelulusan siswa mencapai seratus persen, ujar Mahmud.
Menanggapi masaalah tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Marasutan ketika dihubungi wartawan menyebutkan, kesalahan tersebut bukan hanya di SMPN 7 saja namun hampir seluruh sekolah.
(Mt-01)