MATATELINGA, Sipirok - Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Nasdem Drs. Parsaulian Tambunan, M.Pd menggelar Reses dan Serap Aspirasi masyarakat di Tapanuli Bagian Selatan (Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Madina, Palas dan Paluta), dimana reses kali ini digelar di lima titik dan berlangsung sejak tanggal 8 September sampai 12 September 2020 disambut antuasias masyarakat Tabagsel.Reses pertama digelar di Simanosor Tapus Kecamatan Saipar Dolok Hole (8/9), kedua di Batu Satail Kecamatan Sipirok (9/9), ketiga di Desa Sampean Kecamatan Sipirok (9/9), keempat di Desa Sipotangniari Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Tapanuli Selatan (10/9), dan reses kelima digelar di Desa Pijorkoling, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sabtu (12/9).Setelah acara reses selesai dan disambut antusias masyarakat di lima titik, Anggota DPRD Sumut Parsaulian Tambunan, Minggu (13/9/2020) menyampaikan hasil reses dan serap aspirasinya secara keseluruhan. Anggota Komisi B yang membidangi masalah ekonomi dan pertanian ini menyimpulkan bahwa masalah pupuk langka masih jadi kendala bagi sebagian besar petani di Tabagsel. Selain masalah pupuk, masyarakat di Batu Satail dan Sampean Kecamatan Sipirok masih kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
"Masyarakat di Kecamatan Tantom Angkola, Tapanuli Selatan juga masih menaruh harapan besar kepada pemerintah agar irigasi di daerah sentra pertanian ini bisa terwujud, karena di daerah ini ada dua aliran sungai (Sungai Batang Angkola dan Sungai Batang Gadis) yang mengalami pendangkalan, dan pada saat banjir airnya meluap ke areal persawahan yang berdampak pada rusaknya tanaman padi milik petani," kata Parsaulian Tambunan.Untuk permasalahan ini, lanjutnya kami dari DPRD Sumut akan bersinergi dengan DPR RI, Pemprov Sumut dan Pemerintah Pusat dalam mencarikan solusinya.
Sementara di reses terakhir, tepatnya di Desa Pijorkoling, Kecamatan Dolok-Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) masyarakat menagih janji Gubsu Edy Rahmayadi yang sudah pernah ke Sipiongot beberapa bulan lalu sudah melihat langsung kondisi jalan dan infrastruktur di kawasan ini."Berdasarkan laporan dari masyarakat Sipiongot, ada sekitar 12 kilometer jalan menuju Sipiongot masih belum mendapat perhatian dari pemerintah. Harapan kita, ke depan jalan ini bisa menjadi perhatian dan prioritas untuk mendukung masyarakat petani di Sipiongot dalam memasarkan hasil usaha taninya," tandas Parsaulian.