Matatelinga - Binjai, Seorang gadis remaja di Binjai, Sumatera Utara tewas saat menjalani operasi penyakit amandel yang dideritanya sejak kecil di Rumah Sakit Umum Bangkatan, Binjai, Selasa (06/05/2014).Ibu korban sempat histeris melihat jasad sang buah hati terbujur kaku di depannya, padahal sebelumnya korban dalam kondisi sehat.Keluarga korban menduga, korban Sutrisni menjadi korban malpraktek oleh dokter spesialis THT, Popy yang menangani korban saat menjalankan operasi.Peristiwa ini bermula saat korban pasien BPJS memeriksakan penyakit amandelnya ke Rumah Sakit Umum Djoelham, jalan Sutan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, Binjai.Saat itu, korban diperiksa oleh Dr Popy, oleh Dr Popy, korban disarankan untuk menjalankan operasi pada amandelnya.Tepat hari Senin, Dr Popy menelpon ibu korban dan menyarankan agar korban segera dioperasi dengan biaya Rp 800.000.Mendengar keterangan dokter tersebut, Selasa (06/05/2014) pagi, korban bersama keluarganya Inem mendatangi Dr Popy untuk menjalankan operasi.Kemudian, Dr Popy menyarankan agar korban di operasi di Rumah Sakit Umum Bangkatan, Binjai dan akan dibuat surat rujukannya.Tiba di Rumah Sakit Bangkatan, pukul 9:30 Wib, korban dilakukan operasi, namun saat operasi berlangsung, korban dinyatakan tewas oleh pihak dokter rumah sakit.Keluarga korban, Inem mengatakan, saat itu kondisi korban sehat dan tak ada keluhan, namun dokter menyatakan kalau saat operasi berlangsung, kondisi korban turun dan meninggal.Dia melanjutkan, terkait biaya operasi Rp 800.000, Dr Popy memberikan gratis dengan syarat jangan diberitahu kepada wartawan terkait peristiwa ini."Biaya saya gratiskan, tapi ibu jangan menceritakan kejadian ini dengan wartawan ya," ungkap Inem menirukan perkataan Dr Popy.Sementara itu, kordinator Rumah Sakit Umum Bangkatan Binjai, Evandoni mengatakan, operasi yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan prosedur kedokteran."Operasi yang dilakukan sesuai prosedur dan tidak ada melanggar norma norma dunia kedokteran," jelasnya saat dijumpai di RSU Bangkatan.Dia melanjutkan, terkait dugaan malpraktek, pihak rumah sakit belum dapat memastikan, pihaknya masih menunggu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk melakukan penyelidikan."Kami tidak memiliki wewenang terkait dugaan malpraktek, kami akan berkordinasi dengan IDI terkait dugaan malpraktek tersebut," jelasnya.Kini jenazah korban telah dibawa dirumah duka, jalan Mengkudu, Kecamatan Binjai Barat. Rencananya, besok sehabis Zuhur, korban akan di kebumikan di pemakaman setempat.(Hendra/Mt-01)