MATATELINGA, Asahan: Meskipun tim gugus tugas percepatan penangan Covid 19 Pemkab Asahan terus berupaya mengantisipasi penyebaran virus Corona, namun penyebaran virus asal Wuhan ini masih terus berkelanjutan. Butuh dukungan dan pera masyarakat untuk menghentikan penyebarannya.Juru bicara Gugus Tugas Perceparan Penanganan (GT PP) Covid 19 kabupaten Asahan H.RH.Siregar dalam siaran persnya Senin (28/9/2020) mengatakan penyebaran Covid 19 di kabupaten Asahan saat ini Senin 28 September 2020 sudah mencapai 148 kasus."Dimungkinkan masih akan mengalami pertambahan dihari kedepannya, terlebih lagi saat ini di Kabupaten Asahan maupun kabupaten lainnya sedang dalam suasana musim politik yang rentan akan terjadinya penyebaran Covid 19 dimaksud," ujarnya.Lebih lanjut juru bicara Covid 19 Asahan H.RH.Siregar mengatakan penambahan kasus Covid 19 yang terjadi di kabupaten Asahan dimungkinkan ada faktor ketidak disiplinan warga masyarakat Asahan yang tidak mentaati himbauan Pemerintah serta mengabaikan protokoler kesehatan."Selain itu warga masyarakat Asahan saat ini terkesan menganggap penyebaran Covid 19 yang terjadi ditengah tengah masyarakat hanya dongeng belaka, sementara facta dilapangan penyebaran Covid 19 ini sudah mencapai ratusan kasus, dan ingat penanganan Covid 19 ini bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun peran serta warga masyarakat untuk memutus mata rantai ini juga sangat dibutuhkan," urainya.Juru bicara Covid 19 Asahan H.RH Siregar juga menginformasikan bahwasannya jumlah kasus Covid 19 yang terbanyak berada di wilayah kecamatan Kota Kisaran Barat sebanyak 45 kasus dan kisaran timur sebanyak 39 kasus, belum lagi kecamatan lainnya di Asahan sehingga jumlah total sebanyak 148 kasus, sementara warga yang dirawat akibat Covid 19 sebanyak 62 orang dan yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 75 orang."Untuk itu kami mengharapkan seluruh warga masyarakat kabupaten Asahan untuk tetap mematuhi himbauan Pemerintah dan tetap berpedoman pada protokoler kesehatan agar mata rantai penyebaran virus ini dapat diputus," pungkasnya. (mtc/ben)