Matatelinga - Medan, Dirut PD Pasar diminta agar fokus bekerja 24 jam dan jangan disibukkan urusan lain seperti menejer di sepakbola. Kinerja jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dinilai masih lemah dan belum maksimal menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada serta menata pasar tradisional di kota Medan. Sorotan ini disampaikan anggota pansus Drs Aripay Tambunan saat pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran Walikota Medan Tahun 2013 di gedung DPRD Medan, Selasa (6/5/2014). Rapat ini dipimpin Ketua pansus tim B Parlindungan Sipahutar didampingi anggotanya Drs Daniel Pinem, Surianda Lubis, Irwanto Tampubolon, M Yusuf dan Dianto. Sementara pihak PD Pasar dihadiri Dirut Benny Sihotang, Direktur SDM, Osman Manalu dan staf lainnya. Dirut PD Pasar Medan Benny Sihotang memaparkan, pihaknya mendapat bantuan dana sebesar Rp 9,9 M di Tahun 2013 untuk pembenahan pasar pasar tradisional di kota Medan. Namun dana tersebut hanya terealisaasi sebesar Rp 7 M.Menurut Aripay, kinerja PD Pasar belum maksimal terkait pengelolaan pedagang tradisional dan menggali potensi PAD yang ada. Seperti halnya potensi PAD dari pengelolaan kamar mandi (WC) dan retribusi lainnya. “Ini kan contoh kecil yang belum tersentuh sementara potensi cukup besar”, ujar Aripay. Sama halnya dengan anggota pansus lainnya, Surianda Lubis menyebutkan seharusnya jajaran Direksi PD Pasar harus memberdayakan potensi yang ada demi mengembangkan pasar tradisional menjadi modern. Bukan hanya sekedar membagi- bagi dana yang bersumber dari bantuan penyertaan modal asing. “Jangan PD Pasar itu seakan kekurangan gizi yang selalu mengharapkan bantuan penyertaan modal. Tetap harus berhasil dan punya bobot menggali PAD dan memberdayakan potensi yang ada. Dirut PD Pasar harus mampu menjalankan skala prioritas dan mampu menggunakan seperti apa penyertaan modal itu. Karena pembagian dana itu sederhana saja”, beber Surianda. Kritikan lain juga disampaikan anggota pansus lainnya, Drs Irwanto Tampubolon terkait lambatnya proses penggunaan pasar induk di Medan Tuntungan, sehingga saat ini terkesan terbengkalai. Dalam hal ini Irwanto mendesak pihak PD Pasar supaya percepatan penggunaan pasar tersebut. (Mt-01)