Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Diduga Rebutan Lapak, 2 Kelompok Pemuda Binjai Kembali Terlibat Bentrok

Diduga Rebutan Lapak, 2 Kelompok Pemuda Binjai Kembali Terlibat Bentrok

Admin - Rabu, 07 Mei 2014 20:22 WIB
Matatelinga - Binjai, Dua kelompok pemuda diduga dari Organisasi Masyarakat (Ormas-red) Ikatan Pemuda Karya (IPK-red) dan Pemuda Pancasila (PP-red), terlibat bentrok di Jalan Pembangunan, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota. Belum diketahui penyebab pasti bentrok. Tapi, akibat baku hantam yang meresahkan masyarakat disekitaran sarang walet ini. Sedikitnya dua pemuda kritis dan sekitar 8 orang diamankan dari lokasi dengan beberapa luka lebam, Rabu (07/05/2014).Menurut keterangan beberapa warga, salah satunya bernama Dedek, yang menetap tepat disebelah lokasi bentrok. Kejadian begitu singkat dan mencekam sehingga membuat warga disekitar menjadi ketakutan. Warga langsung menutup rumah mereka masing-masing. "Kami merasa sangat ketakutan bang. Gimana kalau hal ini terjadi lagi dan mereka salah bacok," terang Dedek. Sesaat sebelum bentrok terjadi, menurutnya, terlihat beberapa pemuda tengah duduk-duduk digubuk yang dikelilingi ruko. Gubuk ini selama ini digunakan untuk berkumpul kelompok Pemuda Pancasila (PP-red) dan terdapat kolam disekitaran gubuk. Nah, ketika mereka duduk-duduk digubuk tersebut. Datang puluhan pemuda diduga dari kelopok Ikatan Pemuda Karya (IPK-red). "Memang selama ini kelompok Pemuda Pancasila (PP-red) diketuai Maha Sendi Sembiring, sebagai ketua PP Binjai Kota, sering duduk disini dan mereka juga tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Binjai (IPPB-red).  Setelah seharian mengawasi pasar, mereka sering duduk gubuk itu," terang Adek, diamini beberapa warga lain. Ketika beberapa pemuda dari PP tengah duduk berkumpul digubuk. Tiba-tiba puluhan orang pemuda yang diduga dari kelompok IPK dibawah diduga dipimpinan Bb, langsung datang menyerbu. Dengan menggunakan senjata tajam seperti kelewang, panah beracun dan besi yang ujungnya runcing. Puluhan pemuda ini langsung mengejar dan membantai beberapa pemuda yang tengah duduk."Gak tahu persis berapa jumlah orang yang menyerang bang. Puluhan orang kalau gak salah ada sekitar lima puluhan lebih kurang. Sementara dari pemuda yang duduk hanya sekitar beberapa orang saja," sebut beberapa warga. Serangan secara mendadak ini membuat kelopok pemuda yang tengah duduk langsung kocar-kacir menyelamatkan diri. Sayangnya, ada beberapa pemuda yang tidak berhasil melarikan diri langsung dibantai dengan menggunakan senjata tajam. "Tersungkur-sungkur satu orang bang. Bahkan sampai masuk ke dalam kolam juga dibacoki saya lihat. Gak tahu mereka kemana larinya semua sebelum polisi datang," seru mereka. Tidak sampai disitu, puluhan pemuda dari IPK ini juga memporak porandakan gubuk dan membakar gubuk. Demikian juga dengan mobil escudo BK 1724 SM dihancurkan. Seluruh kaca jendela mobil dipukuli dengan menggunakan senjata yang dibawa. "Saya gak tahu persis anggota dari mana yang menyerang. Karena mereka gak pakai baju organisasi bang. Tiba-tiba saja mereka datang dan mengamuk sehingga memporak porandakan gubuk dan membakar. Makanya kami takut dan langsung mengunci pintu, takutnya jadi sasaran bang," seru beberapa warga disana. Dalam insiden ini dua orang krisis akibat luka bacok dan panah beracun. Kini keduanya tengah dirawat di rumah sakit umum dr Djoelham Binjai. Keduanya masing-masing Dwi Sitepu, mengaku tengah duduk digubuk mengalami luka panah dikepala sebanyak dua, luka panah di bahu dan luka tikam sebanyak 4 liang pada bagian pinggang belakang. Kini kondisinya masih kritis dan tengah menjalani operasi.        Sementara satu orang korban lagi bernama Junaidi dengan mengalami luka dikepala akibat pukulan benda tumpul. Dan juga tengah menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit dr Djoelham Binjai, dengan dibawa pengawasan ketat dari pihak kepolisian Polres Binjai. Pihak kepolisi yang turun langsung menyisir lokasi kejadian. Dari lokasi kejadian pihak kepolisian sedikitnya mengamankan lebih kurang 15 pemuda yang mengaku dari IPK dengan beberapa luka lebam. Mereka juga mengaku berasal dari berbagai daerah seperti batang serangan dan sekitar binjai. Dan mereka diajak oleh BB, untuk menyisir lokasi pajak. Hingga kini pihak kepolisian masih berjaga disekitar lokasi kejadian. Tidak hanya itu, mereka juga tengah memburu pelaku lainya termaksud otak pelaku yang masih berkeliaran. Diantara pemuda yang berhasil diamankan yakni Abdi, Johan, Widodo, Heri, Rido, Selwah, Iwan dan Dedek. Juga turut diamankan sejumlah senjata tajam dan panah dari lokasi. Sementara Maha Sendi Sembiring, selaku Ketua PP Binjai Kota dan IPPB, siang menjelang sore mengakui, situasi tenang di markas PAC PP Binjai Kota, berubah menjadi riuh. Bahkan, dua korban luka terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djoelham.Dijelaskanya, semua itu akibat penyerangan sekelompok pemuda yang disebut berjumlah ratusan orang dan disebut-sebut berasal dari organisasi IPK. Akibat penyerangan tersebut, pihak PAC PP Binjai Kota mengalami kerugian mencapai ratusan juta. Sebab selain korban jiwa, markas PAC PP ini dirusak oleh sekelompok pemuda tersebut.Menurut pengakuan Maha Sembiring, Ketua PAC PP Binjai Kota, kerusakan yang terjadi di markas mereka itu terdiri dari pagar dan beberapa bangunan lainnya."Saya lagi di luar kota, jadi belum tahu sebab terjadinya penyerangan ini. Tapi kalau menurut anggota, tidak ada masalah dengan ratusan masa itu. Dan dari laporan anggota saya, kerusakan yang terjadi menimbulkan kerugian sekitar Rp200 juta," tegasnya.Kapolres Binjai AKBP Marcellino Sampouw SH Sik didampingi Kasat Reskrim AKP Revi Nurvelani mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengamanan dilokasi dan menyisir. Siapapun yang terlibat dalam masalah ini, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan penindakan tegas demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga Binjai. "Kita masih terus dalami kasus ini dan tidak segan-segan untuk menindak siapun yang terlibat didalamnya. Kita hanya ini membuat masyarakat lebih aman dan nyaman lagi," terang Marcellino. Disinggung motif dan apakah kejadian ada kaitanya dengan oerganisasi. Dijelaskanya, ini merupakan kelompok pemuda yang bertikai. Jadi, meskipun diakui ada beberapa diantara mereka tergabung dalam organisasi. Namun ini bukan murni pertikaian antar organisasi. "Tepatnya ini merupakan pertikaaian antar dua kelompok pemuda dan bukan organisasi. Kita masih selidiki motip dibalik pertikaian antar kelompok pemuda ini. Selain mengamankan beberapa pelaku, kita juga ada mengamankan senjata tajam berupa parang dan anak panah. Korban sendiri kita ketahui berjumlah dua orang dan kita melakukan penjagaan terhadap mereka," sebut mantan Kapolres Tanah Karo ini. "Untuk antisifasi ternjadinya bentrokan susulan. Kita juga telah menyiagakan pasukan dilapangan dan menyebar pasukan. Intinya, saya tegaskan sekali lagi siapapun yang terlibat akan kita tindak sesuai hulum yang ada," tegas Kapolres Binjai.

(Hendra/Mt-01)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini

Berita Sumut

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

Berita Sumut

Keluhan Puluhan Pedagang Lapak di Gusur Pemkot Binjai, Diapresiasi Wakil Ketua DPRD Binjai.

Berita Sumut

Enam Pelaku Pengedar Narkoba diringkus Polres Binjai

Berita Sumut

Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Sumut dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Jalan Tol Medan - Binjai

Berita Sumut

Pj Sekdaprov Sumut Sebut One Day No Car Bagian Transformasi Budaya Kerja ASN