Matatelinga - Binjai, Pasca bentrok 2 kelompok pemuda pada hari rabu yang lalu, warga pekerja kolam ikan menemukan satu sosok mayat mengambang dan masih menempel anak panah di tubuhnya. Kuat dugaan, mayat tersebut korban bentrokan antar 2 kelompok pemuda di Kota Binjai. Mayat terapung di dalam kolam ikan tersebut bernama Iwan Sembiring, warga Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang bekerja di kolam ikan tersebut dan bertugas memberi makanan ikan. Diduga saat bentrokan 2 kelompok pemuda di lokasi kolam ikan tersebut, korban terkena anak panah dan langsung tercebur kedalam kolam ikan hingga tewas. Sayangnya, korban sendiri baru diketahui 1 hari setelah bentrokan dengan kondisi mayat mengapung di dalam kolam. Menurut salah seorang pekerja, Donor Sembiring mengatakan, saat mereka akan memberi makan ikan di kolam, mereka melihat ada kepala manusia yang mengambang. Para pekerja kemudian melaporkan temuan ini ke Polisi dan kemudian mengangkat tubuh korban ke atas kolam. Ditubuh korban ditemukan 2 anak panah yang masih menempel di punggung belakang dan bahu. Selain itu, di punggung korban juga terdapat luka tusukan benda tajam yang diduga membuat korban menjadi tewas. Para pekerja kolam ikan tersebut juga mengenali korban sebagai salah satu pekerja di kolam ikan tersebut yang sehari - hari bertugas memberi makan ikan. Bentrokan 2 kelompok pemuda di Pasar Tavip Kota Binjai sendiri terjadi pada hari rabu siang yang lalu. Belum diketahui apa penyebab bentrokan tersebut, namun di duga karena perebutan lahan di Pasar Tradisonal Pasar Tavip Kota Binjai. Akibat bentrokan tersebut, 1 gubuk di sekitar kolam ikan hangus terbakar dan 1 mobil dirusak. Selain itu, dua warga mengalami luka bekas bacokan dan terkena anak panah. Namun hari ini, korban bentrokan kembali bertambah dengan ditemukannya satu mayat yang masih menempl anak panah ditubuhnya, yang diduga juga merupakan anggota kelompok pemuda yang diserang. Hingga hari ini petugas kepolisian Polres Binjai juga terus melakukan penyisiran dan sudah mnegamankan sekitar 17 warga yang diduga merupakan anggota kelompok penyerang.(Hendra/Mt-01)