Matatelinga - Binjai, Pasca kerusuhan yang terjadi di markas PAC PP Binjai Kota Jalan Pembangunan, Kelurahan Pekan Binjai beberapa waktu lalu. Dalam insiden, dua pemuda sekarat akibat luka panah dan bacok. Sementara, seorang ditemukan tewas didalam kolam. Pihak kepolisian mengamankan seorang berinisial BY, yang disebut sebagai otak pelaku penyerangan. "Iya, saat kita lakukan penangkapan dikediamanya di Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota. Dia mengakui, kalau penyerangan atas perintahnya," terang Kapolres Binjai AKBP Marcellino Sampouw SH Sik melalui Kasat Reskrim AKP Revi Nurvelani, Jumat (09/05/2014). Namun untuk motif dari penyerangan sendiri, diakui oleh Revi, masih didalami oleh pihaknya. Dan sejauh ini pihaknya masih terus menyelidiki kasus yang menewaskan seorang pria. "Masih terus kita dalami. Sebab, saat kita korek keterangan darinya (BY-red). Dirinya terus bungkam siapa sebenarnya yang terlibat lagi. Atau adakah yang menyuruhnya lagi," jelas dia. "Tapi, dirinya (BY-red) yang diduga sebagai otak pelaku penyerangan. Diakui oleh beberapa orang yang kita amankan sebelumnya. Makanya, kita terus mengejar BY hingga kita menemukan dia dikediamannya," timpal perwira asal Bandung ini. Selain 17 orang yang kini sudah diamankan, tuturnya, pihaknya sudah mengeluarkan surat penangkapan terhadap 16 orang lagi yang disebutkan oleh para pelaku. Sejauh ini pihak kepolisian masih terus memburu para pelaku penyerangan tersebut. "Jika ada perkembangan nantinya. Akan kita sampaikan. Sejauh ini kita telah mengamankan 17 orang pelaku termaksud BY. Dan kita masih terus memburu 16 orang lain yang disebut para pelaku yang telah diamankan," tegas Revi, kembali diujung telponya. Dirinya menambahkan, meski yang diserang merupakan markas PP dan diantar penyerang ada merupakan anggota IPK. Tapi, ini bukanlah persiteruan antar ormas. Melainkan permasalahan antar oknum yang masuk dalam organisasi. "Kita masih terus berupaya menyelidiki lebih jauh lagi kasus ini. Permasalahan ini bukanlah antar ormas, melainkan antar oknum yang memang oknum ini merupakan bagian dari ormas tersebut. Kita juga masih mendalami lagi kasus ini, mana tahu ada dalang intelek tualnya dibalik kerusuhan," sebut dia. "Intinya, siapapun yang melanggar hukum dan melakukan tindak pidana. Akan kita tindak sesuai proses hukum yang ada tanpa pandang bulu siapapun orangnya. Kalau kedatangan Maha Sendi Sembiri, ke Polres Binjai, guna melaporkan peristiwa penyerangan yang menimpa mereka. Keterangan darinya juga tengah kita kumpulkan," tegas Revi. Sayangnya, sejauh ini BY yang disebut-sebut sebagai dalang (pemimpin-red) tidak bisa ditemui. Sejauh ini pihak kepolisian masih tanpak sibuk memeriksanya hingga kini. Sementara, sejauh ini kondisi pasar terlihat kembali normal. Beberapa pedagang dan pembeli yang awalnya merasa takut. Kini sudah beraktifitas seperti biasa. Meski diantara mereka menyimpan rasa was-was kejadian serupa akan terulang kembali. Disisi lain, pihak kepolisian masih tanpak bersiaga dibeberapa titik inti kota mapun dipasar. Terlebih malam harinya seperti di tugu selamat datang tadi malam tanpa pasukan brimob juga disiagakan. Selain itu, penjagaan juga dibantu oleh beberapa anggota TNI dari Makodim 0203/ Langkat, yang tanpa bersiaga baik berpakaian pereman maupun seragam.(Hendra/Mt-01)