Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pengrajin Daerah Harus Diperkuat Jelang Pasar Bebas

Pengrajin Daerah Harus Diperkuat Jelang Pasar Bebas

Admin - Sabtu, 10 Mei 2014 19:27 WIB
Matatelinga - Medan, Ketua Harian Dekranas Pusat Vita Gamawan Fauzi dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara menyinggahi sejumlah pengrajin di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (10/5/2014). Kunjungan ini untuk mengetahui perkembangan kerajinan rakyat baik dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015.

Dekranas Pusat menurut Vita Gamawan Fauzi menjelaskan, perlu mengetahui kondisi sebenarnya dari para pengrajin di seluruh Indonesia sebelum penerapan pasar bebas ASEAN atau lebih populer disebut sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Meski memiliki sejumlah keunggulan, para pengarjin nasional harus tetap difasilitasi agar semakin kuat untuk bertarung dengan hasil karya pengrajin luar negeri.

Dengan adanya penguatan ini, Dekranas Pusat berharap pengrajin lokal tidak hanya bisa bertahan dari serbuan produk-produk ASEAN lain. Tapi juga bisa melakukan terobosan ke pasar-pasar negara-negara tetangga. 

"Untuk itulah kami melakukan kunjungan ini. Semoga nanti ada penguatan pengrajin melalui Dekranas Provinsi, dan Dekranas Kabupaten/Kota. Para pengrajin harus terus didampingi, difasilitasi agar potensi produk unggulan daerah di Sumut ini siap bersaing bahkan bisa memasuki pasar negara lain,"kata Vita.Peran Dekranas dalam mempersiapkan pengrajin memasuki pasar bebas memang sangat strategis. Indonesia juga Sumatera Utara dikenal memiliki beragam kerajinan khas daerah bernilai tinggi. Sumatera Utara misalnya memiliki beragam kain tenun, songket dan kain ulos yang dikenal istimewa. Semua keunggulan itu harus dikelola secara terarah agar bisa memberi nilai tambah untuk bersaing dengan kerajinan dari Thailand, Malaysia juga negara ASEAN lain.

"Mutu harus tetap dipertahankan, kemudian dengan kreatifitas lakukan inovasi-inovasi agar pasar terus memperoleh produk-produk fresh dan menarik.Dan jangan lupakan juga soal harga, harus tetap kompetitif agar bisa bersaing," imbuh Vita di depan sejumlah pengrajin.Vita yang didampingi Ketua Dekranas Provinsi Sumatera Utara, Ketua Dharma Wanita Sumut Hj Doharni Nurdin Lubis,  dan Ketua Dekranas Kota Medan Rita Maharani meninjau langsung kantor Dekranasda Kota Medan Jln Teratai. Di sini mereka menyaksikan beragam karya pengrajin Kota Medan seperti kain ulos khas Batak, sepatu Kotama Shoe (Azri) produksi Jln AR.Hakim serta Bordiran Ana dari Jln Bromo.Sementara saat mengunjungi pengrajin di Kabupaten Deliserdang, rombongan ini meninjau proses pembuatan anyaman bambu dan produksi tenunan bambu, serta mengunjungi kantor Dekranasda Deli Serdang. Dilihat dari proses pembuatannya yang masih manual, kerajinan produksi Kota Medan dan Deliserdang memiliki tingkat kerapian sangat tinggi. Namun kondisi ini harus terus ditingkatkan mengingat  di era pasar bebas permintaan pasar akan semakin meningkat sehingga dikhawatirkan proses manual akan sulit bersaing dalam melakukan penetrasi pasar.(Mt-01)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini

Berita Sumut

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

Berita Sumut

Pj Sekdaprov Sumut Sebut One Day No Car Bagian Transformasi Budaya Kerja ASN

Berita Sumut

Mudik Gratis Idulfitri 2026, Pemprov Sumut Sediakan 5.500 Kursi

Berita Sumut

Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia

Berita Sumut

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 Bawaslu Susun Pola Pengawasan