Matatelinga - Medan, Pegawai Honorer Disdik melakukan pengancaman terhadap pacarnya dengan menggunakan sebilah pisau (senjata tajam) diringkus Polsek Medan Timur, Sabtu (10/5/2014).Pelaku Habibie alias Black (20) warga Jalan Cahaya, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, adanya pengaduan pacarnya Yani yang ngekos di Jalan Mahameru, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, sebelumnya.Dalam pengaduan pada Polisi di mapolsek Medan Timur menyebutkan, kasus pengancaman tersebut terjadi Rabu (7/5/2014) saat pelaku menggadaikan laptop milik pacarnya yang merupakan mahasiswi Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam UMSU. Merasa kesal terus dipermainkan, Yani pun bercerita dengan pemilik kosnya bermarga Hutagalung.Tidak berapa lama pelaku datang ke kos pacarnya dengan maksud memberikan makanan berbuka puasa pacarnya. Namun setiba di kos Yani, Black langsung dihadang dan diperingati Hutagalung pemilik kos yang juga membuka laundry.Tak senang dengan perkataan Hutagalung, Black langsung pulang dengan menaiki sepeda motor pinjaman. Tak lama Black kembali lagi ke kos tersebut. Kali ini Black datang dengan maksud jika dirinya tak senang dengan perkataan Hutagalung.Sesampai di sana, Black langsung mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan langsung mengacungkan ke arah Hutagalung dan Yani beserta anak kos lainnya.Melihat Black memegang pisau, Hutagalung bersama yang lain pun mendiamkan saja. Tak lama Black yang merasa tak dipedulikan pun pulang.Merasa diancam, di hari yang sama sang pacar pun mendatangi Mapolsek Medan Timur dan membuat laporan yang tertuang dalam LP/532/V/2014/Medan Timur. Polsek Medan Timur yang mendapat laporan korban langsung turun ke lokasi dan mengamankan pelaku, Sabtu (10/5/2014).Pelaku mengaku sudah pacaran dengan Yani selama 1,3 tahun lamanya. Selama pacaran, Black memang sering meminjam laptop Yani dan menggadaikannya, namun selalu ditebus." Sudah sering aku gadaikan laptop dia. Aku menggadaikan laptop tersebut Rp200 ribu dan sudah sering aku tebus. Lagian aku gadai laptop pacarku lantaran belum gajian. Uang itu aku gunakan untuk menyemen kuburan kakakku yang meninggal 5 tahun lalu. Kalau ada uang aku, gak pun kugadekan laptopnya," cetusnya.Tambah Black, nekad mengancam lantaran tak senang dengan perkataan Hutagalung. "Aku gak senang dengan ucapan dia (Hutagalung)."Dalam perkataannya uda miskin gak tau miskin aku. Abis itu disuruhnya aku pulang kerumah aja, jangan kesini lagi. Makanya aku silap, kuambil pisau," ujarnya.Kanitreskrim Medan Timur AKP Syarifur Rahman saat dikonfirmasi membenarkan mengamankan pelaku pengancaman dengan menggunakan senjata tajam.(Donny/Mt-01)