Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Terkait Penyiksaan Dua Tim Sukses Partai Nasdem

Terkait Penyiksaan Dua Tim Sukses Partai Nasdem

Admin - Selasa, 13 Mei 2014 20:47 WIB
Matatelinga - Binjai, Setelah sebelumnya Ketua DPRD Kota Binjai Zainuddin Purba menyatakan, kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap dua tim sukses Partai Nasdem, tidak langsung ada berkaitan dengan JPS. Tapi ada dugan orang yang melaporkan kepada JPS, masalah uang serangan fajar yang diberikan oknum tertentu kepada saksi korban pada saat pemilu legeslatif tangal 9 april lalu. Dan orang-orang inilah yang diduga merupakan aktor dibaliknya.  J Payo Sitepu (JPS), selaku ketua MPC Ormas Kota Binjai, yang kembali ditemui wartawan koran ini dibalik jeruji dibawa pengawasan anggota jaga (polisi-red), Selasa (13/5/2014) menyatakan, jika dibalik aksi kekerasan yang diakuinya dilakukanya merupakan permainan dan campur tangan dari elit politik. "Memang saya akui, saya yang melakukan penyiksaan karena geram melihat kader saya yang secara mentah-mentah menipu dan menghabiskan uang saya," terang JPS, yang beberapa saat lalu mendapatkan kunjungan dari sanak family. Tapi, dibalik keberanian kedua kader ormas yang diketuainya, dipaparkanya, kalau mereka melakukan tindakan seperti itu dengan menghabiskan uang dan menipunya mentah-mentah. Bukan tanpa alasan yang jelas dan disokong oleh seseorang dibelakangnya. Karena mereka tahu siapa orang yang ditipu. "Kalau tidak, mana mungkin mereka berani melarikan uang dan menipu saya. Kam pikir saja, mereka merupakan kader dan mereka juga tahu sepak terjang saya dulu. Jadi, jika tidak ada yang menyokong mereka. Mana mungkin mereka berani melakukan itu. Coba kam pikir secara logika," tanya JPS.Tapi, dirinya enggan menyebutkan siapa orang yang dimaksud dibalik tindakan penipuan yang dilakukan kedua kadernya itu. "Kam pasti tahu siapa orangnya. Pastinya, saya akan bertanggungjawab atas tindakan saya ini. Saya tahu kesalahan saya dan karena kehilaf akibat terbawa suasana. Namun, saya meminta laporan saya tentang penipuan yang dilakukan kedua kader saya diterima Polres Binjai," tanya dia lagi sembari tersenyum."Uang itu uang saya pribadi. Dimana uang itu merupakan uang capek kepada 10 kader yang disiapkan disetiap lingkungan Kecamatan Binjai Utara. Uang itu merupakan sebagai kinerja untuk mengawasi dari luar jalanya pemilihan legislatif agar tidak terjadi kecurangan. Jadi itu uang bukan untuk uang beli suara. Keduanya aja yang salah kaprah dalam mengartikan perintah," timpal dia.Kecurigaan itu muncul, disebutkanya, lantaran segala permasalahan yang mencuat kepermukaan di Kota Binjai. Sehingga kota tidak aman dan terus bergejolak terjadi jelang pemilihan legislatif. "Nah, disinilah dimanfaatkan elit politik ini untuk mengambil hati masyarakat. Jadi ini murni kepentingan elit politik dalam mengambil hati masyarakat untuk merauk suara," duga dia. Diurutnya, berbagai kasus yang terjadi jelang pemilihan legislatif. Dimulai dari kericuhan antara ormas yang diketuainya dengan ormas lain di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur. Ini terjadi disaat pihak ormasnya hendak melakukan rapat koordinasi untuk mendukung para kader yang mengikuti pemilihan legislatif dan diusung dari beberapa partai termaksud partai Demokrat, Nasdem dan lainya. "Jadi dalam rapat koordinasi yang dihadiri M Sazali ketua Demokrat Kota Binjai yang juga wakil ketua MPO (Majelis Pimpinan Organisasi-red), Dr Edi selaku wakil ketua saya dan juga ketua Nasdem Kota Binjai. Kita sepakati, jika kita mendukung kader kita yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Dimana para kader ini diusung dari berbagai partai termaksud dalam pertemuan dihadiri oleh Fauzi Fahri, kader kita," jelas dia.  Dijelaskanya, ketika kami mau bersatu untuk mendukung kader kami agar duduk di kursi pemerintahan inilah dimunculkanya (elit politik-red). Isu perang antar ormas yang saya ketuai dengan ormas lain. Sehingga konsentrasi kami menjadi buyar dimana harus mengurus organisasi dan kader yang mau duduk di kursi legislatif. "Selama ini saya pegang ormas, tidak pernah terjadi gesekan antar ormas lain dengan ormas yang saya ketuai. Hubungan kami sesama ormas juga harmonis. Seperti hubungan saya sama ketua AO, baik-baik saja dan tanpa pernah ada gesekan. Kalau pun sempat terjadi, tidak pernah merambat kemana-mana dan cepat dicegah. Karena kami sesama ketua ormas ingin kota ini aman dan tenteram. Kasihan masyarakat, jika terjadi kericuhan dimana-mana," timpalnya.  Sama seperti terjadi di pasar bawa (pajak tafiv-red). Ini timbul disaat saya terlibat kasus ini dan dikejar pihak kepolsian sehingga saya berhasil diamankan. Kalau tidak timbul kasus yang menimpa saya. Peristiwa bentrok dipasar tavif tidak mungkin terjadi. Dan menahan seluruh anggota ormas agar tidak mengambil tindakan yang dapat mencederai ormas itu sendiri. "Karena saya pastinya akan berusaha mencegahnya dan langsung berkoordinasi dengan para ketua ormas. Tapi, nayatanya saya lagi berhalangan dengan kasus yang menimpa saya. Jadi momen-momen seperti inilah yang diambil oleh oknum elit pilitik ini," terang dia.  "Dan perhitungan suara guna menetapkan para calon legislatif. Ini juga momen yang diambil oleh oknum tersebut. Agar saya tidak bisa mengawasi tindak tanduknya. Setiap momen ini saya duga segaja dimanikanya untuk mencari simpatisan dan suara masyarakat. Agar dia dapat meraih keuntungan," timpal dia kembali. Sementara pihak kepolisian masih terus memburu terhadap 14 orang lagi yang diduga ikut terlibat dari kasus penyiksaan dua tim sukses nasdem. Dan mereka tanpaknya hanya berkutik pada tindak pidananya saja. Dengan akan memanggil dokter Edi, selaku wakil ketua ormas yang diketuai JPS. "Kita masih dilapangan guna mencari keberadaan dari 14 orang yang sudah masuk dalam daftar pencarian kita. Memang kita besok ada menjadwalkan pemanggilan dokter Edi, selaku wakil ketua. Kita hanya ingin memintai keterangnya terkait kasus ini," tegas Kapolres Binjai AKBP Marcellino Sampouw SH Sik melalui Kasat Reskrim AKP Revi Nurvelani, sembari menutup telpon selularnya.(Hendra/Mt-01)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Sumut Terima Pengembalian TKD Terbesar, Tito Karnavian Ungkap Alasannya

Berita Sumut

PRSU Emas ke-50 Siap Digelar, Pj Sekdaprov Sumut Minta Seluruh OPD Totalitas Sukseskan Acara

Berita Sumut

Pansus Aset Daerah : Fasum Kota Medan Harus Disertifikatkan

Berita Sumut

6.100 Koperasi Merah Putih Sudah Terbentuk di Sumut

Berita Sumut

Tim Peserta Mulai Berdatangan, Gubernur Bobby Nasution Sukses Bawa Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19

Berita Sumut

Pemprov Sumut Siap Kolaborasikan INACRAF dan PRSU 2027 di Medan