MATATELINGA, Toba: Sisi baik dan sisi buruk dari dampak penyebaran virus corona 19 kini banyak dialami masyarakat dunia. Sisi buruknya, masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah atau kegiatan di tempat keramaian. Sementara sisi baiknya, para petani diuntungkan dengan naiknya harga makanan pokok dan bahan rempah-rermpah lainnya seperti cabai, kulit manis dan jahe.Dusun Sitiotio Desa Napitupulu Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Sumatera Utara, merasakan dampak positif dari pengaruh penyebaran virus corona covid 19.Menurut kepala desa Napitupulu Baduali Napit jika dusun tersebut bisa menghasilkan jahe 800 - 1 ton tahun ini dengan harga jahe berkisar Rp. 23.000/kg. Sementara umur jahe berkisar 6-7 bulan, Sedangkan harga jual untuk bibit dijual dengan harga Rp. 30.000/kg dengan umur hampir satu tahun.Banyak warga dusun penghasil jahe dan rempah-rempah lainnya merasa senang dengan naiknya harga jahe tersebut. Hasil dari penjualan jahe tersebut dipergunakan warga untuk memperbaiki rumah dan membeli perabot rumah tangga lainnya.Namun ada pula warga dusun menanam kembali jahe yang sudah siap tanam agar bisa menghasilkan uang tahun depan. Seperti yang dilakukan oleh Haposan Sibarani dan Bindu Sibarani. Mereka menanam kembali jahe agar bisa menghasilkan uang tahun depan.“Mudah-mudahan tahun depan harga jahe bisa naik atau tetap sama, agar masyarakat dusun kami bisa semakin sejahtera. Semoga juga dusun yang lain bisa meniru dengan menanam tanaman penghasil hasil bumi yang baik seperti Tomat, Cabai, Coklat, Bawang dan lainnya” ungkap Baduali di kantornya Selasa, (3/11/20).Dusun Sitiotio yang terletak di bawah kaki bukit sangat terbantu dengan sumber air yang cukup untuk persawahan dan perkebunan. Dusun ini tergolong penghasil rempah-rempah selain padi yang cukup lumayan.Masyarakat juga diminta agar memanfaatkan lahan kebun yang kosong dengan menanam tanaman muda agar bisa menghasilkan uang. (mtc/pintor)