MATATELINGA, Medan: Pelarian pelaku pembunuhan di Jalan Wakaf, Gang Pertanian, Dusun 4, Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dengna 42 tusukan, dihentikan Tim Tekab Polsek Medan Sunggal dengan meringkus di tempat persembunyiannya.Informasi di Polsek Medan Sungal, para pelaku pembunuhan itu ditangkap Kamis (5/11/2020) malam, dari tempat persembunyiannya di kawasan Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtingg dan pelaku pembunuhan yang lebih dari dua orang itu pun dibenarkan dan menunggu di paparkan Kapolrestabes Medan, sebut Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi, Jumat (6/11/2020) malam.Namun, sayang orang nomor satu di Polsek Sunggal ini belum bersedia menyebutkan identitas para pembunuh yang telah ditangkap tersebut.“Benar sudah ditangkap, nanti kita rilis, sebab Kanit Reskrim bersama anggota masih bekerja melakukan pengembangan kasusnya," sebutnya.Dari hasil pemeriksaan terhadap jasad korban warga Jalan Kopi, Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, ditemukan 42 luka tusukan, yakni pada bagian leher 15 tusukan, lengan kanan dan kiri masing-masing 2 tusukan, dada kiri, tangan kiri 2 tusukan, kepala bagian belakang 5 tusukan.Kemudian punggung tepat di bawah leher sebanyak 15 tikaman. Selain itu, di bagian perut juga terlihat luka bekas seretan.Adapun motif pembunuhan itu diduga perampokan. Hal itu berdasarkan pada keterangan salah seorang teman dekat korban. Awalnya korban datang ke Desa Serbajadi, dengan mengendarai Honda CBR. Lalu, sudah ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia bersimbah darah serta sepeda motor tidak ditemukan.Menurut teman wanitanya, sehari-hari korban bekerja sebagai agen jual beli handphone bekas dan dikenal gigih mencari uang saku.“Korban baru tamat tahun ini bang. Jadi, dia belum bekerja (nganggur) dan sering banyak nongkrong bersama temannya. Cuma untuk nambah uangnya dia jadi agen jual beli handphone. Tiap hari ia selalu ada menjual handphone via online," sebut rekannya.Lebih lanjut, Y mengungkapkan setiap kali sepakat bertemu dengan pembeli korban selalu datang mengendarai Honda CBR miliknya. Bahkan, sebelum ditemukan tewas korban sempat pamit untuk COD Cash On Delivery (COD-red) dengan pembeli Handphone Samsung J1.“Akan tetapi saya mendapat kabar sahabatku ini telah dibunuh dan sepeda motor yang dikendarai juga hilang," akunya.