Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kesadaran Warga Medan Ikuti Anjuran 3 M Semakin Tinggi

Kesadaran Warga Medan Ikuti Anjuran 3 M Semakin Tinggi

- Jumat, 13 November 2020 15:16 WIB
Mtc/ist
Jubir Satgas Covid 19 Mardohar Tambunan

MATATELINGA, Medan: KasusCovid-19 di Kota Medan belum usai. Penanganan virus Corona ini butuh kesadaran warga yang tinggi serta disiplin yang kuat terhadap untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Untuk Kota Medan sendiri, meski masih berada di zona merah namun tingkat kesadaran warganya untuk disiplin dalam menerapkan 3M semakin membaik. Artinya, banyak warga yang sudah mulai sadar memakai masker saat beraktifitas, mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer dengan air mengalir dan menjaga jarak.

Demikian dikatakan juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Pemko Medan dr Mardohar Tambunan MKes saat jumpa pers, Jumat (12/11/2020) di Posko Satgas Covid-19 Jalan Rotan Proyek Petisah Medan.

"Kita patut apresiasi hal ini karena memang kita harapkan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap displin protokol kesehatan yang bisa menurunkan tingkat penularan pandemi Covid-19," papar dr Mardohar.

Terkait kegiatan warga untuk menyelenggarakan pesta pernikahan yang akhir-akhir ini banyak dilaksanakan di lingkungan pemukiman penduduk, dr Mardohar menjelaskan hal itu sudah diatur dalam Perwal No.27/2020.

"Untuk penyelenggaraan pesta pernikahan tetap berpedoman pada aturan dalam Perwal, yakni harus tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tidak dibenarkan mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Artinya, tamu yang diundang akan dibatasi hingga seratusan orang dan diatur jaraknya serta penerapan 3M tetap diberlakukan," tutur Dr Mardohar.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan lebih lanjut menekankan peran kepala lingkungan (Kepling) sangat urgen dalam melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 kepada warga.

"Gugus tugas sudah memiliki kebijakan untuk menggerakan Kepling karena mereka lah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," jelasnya.

Dalam paparannya dr Mardohar juga menyinggung sistem belajar dalam jaringan (Daring) yang masih diberlakukan di Kota Medan.

"Kita sudah dapat laporan dari Dinas Pendidikan Kota Medan bahwa proses belajar mengajar dilaksanakan dengan Daring. Hal ini ini juga sudah diatur dalam Perwal. Kita belum tahu sampai kapan proses belajar Daring ini diganti dengan tatap muka. Hanya saja dari Satgas Covid-19 Kota Medan telah membuat aturan bahwa belajar tatap muka dibolehkan jika di daerah tersebut tingkat kematian atau pasien meninggal karena Covid-19 berada di angka nol persen," pungkas dokter yang sehari-harinya bertugas di Dinas Kesehatan Kota Medan ini. (Mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Hadi suhendra Dorong Pengesahan RUU Pidana LGBT

Berita Sumut

Pelindo Regional 1 Cabang Belawan Perkuat Sinergi Layanan Penumpang melalui Sosialisasi Standar Pelayanan

Berita Sumut

Paul MA Simanjuntak Sorot Izin IPAL RM Lembur Kuring, Minta DLH Medan Bertindak

Berita Sumut

Rico Waas Ikuti Rakor Monitoring dan Asistensi Penggunaan TKD Tambahan

Berita Sumut

Pemko Medan Dukung Penuh Transisi Sekolah Rakyat Permanen

Berita Sumut

Usai Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Robi Barus Berikan Bantuan Korban Kebakaran Sei Agul Medan Barat