MATATELINGA, Tebingtinggi: "Wartawan harus mempunyai kompetensi, karena wartawan tidak sama dengan pelaku media sosial, dan wartawan harus dapat mempertanggungjawabkan isi beritanya". Hal inilah yang dikatakan Walikota Tebingtinggi, Ir.H.Umar Zunaidi Hadibuan, MM, dalam sambutannya saat membuka Pelatihan wartawan Unit Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi tahun 2020, Selasa (08/12) yang dilsksanakan di Gedung Balai Kartini Baru, Jalan Gunung Lauser Kota Tebing Tinggi.Kegiatan yang pelatihan Jurnalistik bagi wartawan unit Pemko Tebingtinggi yang diselenggarakan oleh dinas Komunikasi dan Informasi (Kiminfo) Kota Tebingtinggi mengambil thema : Jurnalis Bersinergi Untuk Pembangunan” dihadiri oleh dua orang narasumber dari unsur Jurnalis yakni, mantan Ketua PWI Sumut, periode 2010-2015, M. Syahrir.M.Ikom, dan Kadis kominfo Kota Tebingtinggi, Dedi Parulian Siagian, masing-masingWalikota Tebing Tinggi, Ir.H.Umar zunaidi hasibuan, MM yang datang dan membuka pelatihan Jurnlistik bagi wartawan Unit Pemko Tebing Tinggi, dalam sambutannnya sangat mengapresiasi sekali akan kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut.Dimana dijelaskannya bahwa kegiatan pelatihan jurnalistik sangat perlu sekali untuk diikuti oleh wartawan unit Pemko, dan benar-benar harus dimanfaatkana oleh wartawan."Pelatihan ini hendaknya benar-benar dimanfaatkan oleh wartawan, sebab kedepannya wartawan harus mempunyai kompetensi, karena wartawan tidak sama dengan pelaku medsos, dan wartawan juga harus dapat mempertanggungjawabkan isi beritanya," jelas Umar Zunaidi Hasibuan.Dikatakan Umar Zunaidi juga, bahwa wartawan harus bisa menuliskan informasi yang bersifat konstruktif bukan destruktif, ada informasi yang dapat ditulis dan ada yang tidak dapat ditulis, sebab wartawan jangan sampai sebagai mememcah.“Ada pepetah yang mengatakan, jangan katakan yang sebenarnya tapi katakanlah sebaiknya, karena benar belum tentu baik,” ucap walikota,Umar juga berpesan, hendaknya wartawan bisa membuat konsep pers yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, jangan mengutamakan kepentingan pribadi.“Ada pepatah dari arab yang mengatakan, mata pena lebih tajam dari pedang, Sebab sebuah tulisan dapat membunuh karakter seseorang,” ungkap walikotaBegitu juga halnya dalam penggunaan bahasa harus yang benar dalam penulisannya, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan Benar.Terkait dengan media sosial yang saat ini semakin menggelait, dimana diketahui Medsos bisa lebih cepat dalam menyajikan informasi, namun memiliki, karena medsos tidak dapat mengorek informasi lebih dalam, karena tidak memilki waktu untuk mengungkapkannya.“Saat ini medsos lah alat komunikasi dan informasi yang paling cepat, namun memilki kelemahan, karena medsos tidak mampu menggali dan mengorek informasi lebih dalam dikarenakan harus memakan waktu, untuk itu wartawanlah yang mengorek informasi lebih dalam lagi,” jelas Umar mengakhiri.(mtc/bas)