MATATELINGA. Belawan: Seratusan kapal tradisionil pencari Gurita yang berpangkalan di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kota Medan, dengan cara menjaring ditengah laut terpaksa menghentikan kegiatannya. Ini terpaksa dilakukan karena belakangan ini cuaca di laut sangat buruk, hujan deras disertai angin kencang dan ombak besar.Hal tersebut dikatakan salah seorang nelayan tradisionil penjala Gurita, Putra (40) warga Lorong Ujung Tanjung Kelurahan Bagan Deli Kota Medan kepada Wartawan ini pada Minggu 13 Desember 2020 dipangkalannya. Bahwa kapal kapal mereka yang jumlahnya ratusan pencari Gurita tersebut terpaksa menghentikan beroprasi.Alasannya mereka berhenti beroprasi karena dilaut cuacanya sangat buruk seperti hujan deras disertai angin kencang dan ombak sangan besar dan tinggi.Untuk menutupi kebutuhan hidupnya, simpanan yang selama ini mereka simpan itu terpaksa digunakan untuk menyambung hidup sambil menunggu situasi dilaut aman."Kami sebagai nelayan tradisionil menjaring Gurita karena harganya sangat mahal bila kami jual kepada pengumpulnya. Kemudian pengumpul Gurita tersebut menjualnya ke pabrik di KIM (Kawasan Industri Medan).Oleh pabrik di KIM kemudian mengesportnya ke Manca Negara seperti ke Jepang, Taiwan dan beberapa negara lainnya,"bebernya.Pengamatan Wartawan ini di pangkalannya di kawasan Bagan Deli, pada saat mereka tidak melaut menjaring Gurita, para awak boat tersebt sìbùk memperbaiki jaring dan kapal kapalnya.Hal tersebut menurut Putra menunggu laut aman dan mereka bwrharap agar cuaca buruk tersebut cepat mereda dan mereka bisa kembali melaut menjaring Gurita.(mtc/rompas)