MATATELINGA, Asahan: Ebenezer Sitorus, anggota DPRD Proinsi Sumatera Utara bersama anggota DPRD lainnya yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) V melakukan kegiatan reses pertama tahun sidang 2020-2021 di Kabupaten Asahan, Rabu (16/12/2020). Dalam reses yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan tersebut dibicarakan juga langkah apa saja yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan dalam penanganan curah hujan yang cukup tinggi saat ini yang mengakibatkan banjir di beberapa Kecamatan.Reses juga membahas penanganan Pemerintah Kabupaten Asahan terhadap PT IPS yang telah menutup 3 saluran air di Kecamatan Sei Kepayang, yang dampaknya dari penutupan 3 saluran air tersebut, merendam desa diantaranya desa Perbangunan, Desa Sei Paham Kecamatan Sei Kepayang, Desa Persatuan dan Desa Padang Mahondang Kecamatan Pulau Rakyat.Ketua tim reses DPRD Propinsi Sumatera Utara dari dapil Sumut V Ebenejer Sitorus, SE saat menyampaikan paparannya mengatakan saluran air yang ditutup oleh PT IPS ini, sangat merugikan masyarakat. Anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara Dapil Sumut V meminta kepada Pemerintah Kabupaten Asahan untuk menindak lanjuti persoalan tersebut dengan tegas dan mengawal PT. IPS dalam pembukaan saluran air yang merugikan masyarakat di beberapa Desa di Kabupaten Asahan."Seharusnya Perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar bukan malah merugikan masyarakat, untuk itu tindak tegas Perusahaan yang merugikan masyarakat, ujarnya dihadapan anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara Dapil Sumut V, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Asisten Administrasi Umum, Perwakilan BPN Asahan, dan OPD.Lebih lanjut Ebenejer juga mengatakan pihaknya akan mendukung sepenuhnya gebrakan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam menindak tegas PT IPS."Jika perlu berikan surat teguran dan sanksi kepada PT IPS tersebut, Pemerintah Kabupaen Asahan tidak usah ragu dalam memberikan tindakan kepada perusahaan yang tidak pro rakyat," ungkapnya.Sementara Plt Sekdakab Asahan Jhon Hardi Nasution yang mewakili Bupati Asahan dalam keterangannya mengatakan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Asahan telah melakukan langkah langkah dalam mengatasi banjir yang terjadi di desa tersebut."Pemerintah Kabupaten Asahan bersama unsur Forkopimcam serta warga masyarakat tentunya juga pihak perusahaan PT.IPS telah membuka klep pintu air yang ada di tiga titi untuk mengurangi genangan air yang membanjiri desa tersebut,"pungkasnya. (mtc/ben)