MATATELINGA, Belawan: Jembatan darurat Titi ll akses keluar masuknya warga Kelurahan Pulau Sicanang Kecamatan Medan Belawan Kota Medan yang dibangun 1 tahun lalu nyaris runtuh. Kini kondisinya sudah sangat mengkawatirkan, tiang jembatan bengkok dan lantainya sudah kopak kapik serta berlobang, sementara pembangunan jembatan yang baru sangat lamban.Untuk itu, warga Kelurahan Pulau Sicanang Kecamatan Medan Belawan yang jumlahnya 19 ribu jiwa atau 13 ribu memgharapkan kepada Gubenur Provinsi Sumatera Utara dan Walikota dan wakilnya yang baru untuk mengintruksikan kepada pemborong pengerjaan pembangunan jembatan titi ll segera mempercepat pengerjaan proyek pembangunannya.Hal tersebut disampaikan, Togu Urbanus Silaen Ketua Forum masyarakat Kelurahan Sicanang Belawan mewakili masyarakat. Menurutnya, jembatan darurat tersebut dibangun pengusaha ditahun 2019 yang lalu dan kini sangat memperihatinkan karena kondisi lantainya sudah kopak kapik dan tiang penyangganya sudah condong dan bengkok,sementara diujung jembatan tanahnya sudah kropos digerus air laut."Sewaktu jembatan titi ll akan dibangun oleh kontraktornya, jembatan tersebut ditinjau oleh PLT Walikota Medan dan mengatakan bahwa jembatan titi ll tersebut selesai dibangun pada tahun 2020 ini.Tapi kenyataannya,jembatan tersebut hingga kini belum selesai dibangun dan baru dipasang pondasinya dan sekitar 30 persebut,"bebernya.Untuk itu lanjut Togu, kami mengharapkan Bapak Gubenur Propinsi Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Bapak Walikota Medan bersama wakilnya untuk segera memacu kontraktornya untuk secepatnya menyelesaikan pembangunan jembatan titi ll Sicanang Belawan."Karena jembatan titi ll Sicanang tersebut satu satunya akses keluar masuk ribuan warga untuk ke Belawan dan ke Medan mencari nafkah kebutuhan hidup keluarganya. Semoga Bapak Bapak tersebut membantu kami warga Sicanang Belawan," kata Togu Urbanus Silaen. (mtc/rompas)