MATATELINGA, Medan : Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan sekitar 3 dari 10 anak mengalami stunting di Indonesia. Karenanya, Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Sumatera Utara (Sumut) hadir untuk mencegah stunting dengan fokus pada pemberian ASI eskslusif dan hingga dua tahun.Pernyataan ini diungkap Ketua AIMI Sumut, dr. RA Dwipuji Astuti, M.Ked.(Neu), Sp.S (K) saat Peresmian Program Dukungan Kesehatan Anak Melalui Program 1000 HPK, di Desa Marindal 2, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (22/12/2020)."Tentunya hal ini (pencegahan stunting dengan menyusui) dapat diwujudkan dengan dukungan ayah, keluarga, dan masyarakat sekitarnya melalui berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan," ucap dia.Kata Dwipuji, faktor utama penyebab stunting adalah kondisi ekonomi dan kurangnya asupan gizi. Praktek pemberian ASI merupakan hal yang paling sederhana tapi sangat efektif mencegah stunting, karena ASI mengandung zat gizi terbaik dan gratis.Namun, lanjutnya, masih ditemui informasi yang kurang dan juga dukungan yang kurang dari ayah atau masyarakat untuk ibu menyusui. Namun, data yang kita dapat angka menyusui belum memuaskan. Angka ASI Ekskelusif di Sumut sekitar 40 persen, jauh dari target."Diharapkan lebih dari 50 persen. ASI penting diberikan selama 6 bulan.Diharapkan desa ini menjadi pilot projek,” katanya.Dijelaskannya, 1000 HPK, untuk menyusui manfaatnya gizi terbaik dan tidak bisa ditiru susu manapun. Juga hubungan anak dengan orangtua semakin bagus. Dengan ASI juga mengurangi angka kesakitan seperti diare, infeksi dan menjadikan pertumbuhan anak maksimal.Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Deli Serdang Dra Hj Miskagewasari MM Deli menegaskan ASI adalah hak anak.“3 hal besar penyebab terjadinya stunting yaitu masalah gizi, pola asuh dan lingkungan serta sanitasi yang tidak baik,” ujarnya.Kabid Kesmas Dinkes Deli Serdang Elmi Haryuni SKM MKes mengatakan, hasil Riskesdas 2018 angla prevalensi stunting di Deli Serdang 25,68 persen (dalam 10 Balita ada 2 atau 3 orang).“Maka, bagaimana menurunkan prevalensi tersebut dengan melaksanakan intervensi intensif secara konvergensi.Assisten Manejer CSR dan PKBL PT PLN UIW Wilayah Sumut Abdullah Sani Samosir menyampaikan, PLN tidak hanya penyedia tenaga listrik tetapi juga memberikan bantuan.Ia juga menyebutkan bantuan yang diberikan dalam program ini sebesar Rp 119.660.000 untuk meningkatkan status gizi bayi sampai anak usia 2 tahun dan menurunkan status kekurangan gizi anak dibawah usia 5 tahun di desa Marindal 2.Kepada AIMI, ia juga meminta agar konsisten dalam program. Kepada penerima manfaat, agar serius dan antusias sehingga bantuan yang diberikan benar benar bermanfaat.B nenar benar bermanfaat.“Semoga program dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” pintanya.Sedangkan Camat patumbak Danang P Yuda SSTP mengatakan, program ini sangat dibutuhkan.“Harapannya, Desa Marindal 2 menjadi pilot projek di Deli Serdang,” ucapnya.Danang juga berharap agar AIMI mensosialisasikan di semua kecamatan. Semoga program setahun ke depannya ini sukses.“Persentase stunting masih kecil. Program ini sangat mendukung dan jadi pilot projek. Kami siapmenerima semua program yang ada dari PT PLN dan AIMI,” katanya.Acara tersebut juga menghadirkan narasumber dan tanya jawab mengenai materi Pencegahan Stunting melalui Program 1000 HPK oleh Kadis P2KBP3A Deli Serdang Dra Hj Miskagewasari MM. Materi ASI, selamatkan Generasi oleh Kabid Kesmas Dinkes Deli Serdang Elmi Haryuni SKM MKes. (mtc/amel)