MATATELINGA, Medan: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan vaksin sebanyak 40.000 vaksin corona yang baru tiba Sumatera Utara, Selasa (6/1) kemarin akan diprioritaskan ke tenaga kesehatan (Nakes) terlebih dahulu.Setelah kepada para Nakes, tentunya vaksin juga diberikan masyarakat. Mengenai hal itu, Edy berharap, tidak ada penolakan dari masyarakat."Ini tidak ada penolakan, ini kewajiban, jadi kewajibannya, kepada tenaga kesehatan. Makanya di awali gubernur. Kalau gubernur aja tak menolak, berarti yang lain (masyarakat) tidak boleh menolak," ujar Edy menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (6/1)Kata Edy untuk meyakinkan masyarakat selain dirinya, kepala daerah lainnya seperti bupati dan walikota se Sumut juga akan divaksin terlebih dahulu."Ya rakyat harus divaksin. Semua harus divaksin, sehingga apa yang diharapkan kita semua COVID-19 bisa diselesaikan," ujarnyaDitanya apakah akan ada sanksi bagi penolak vaksin, Edy tidak menjawabnya secara gamblang. Namun dia mewanti-wanti agar tidak terjadi penolakan."Secara regulasi memang tidak ada alasan untuk menolak. Saya rakyat Sumut, saya menolak berarti mengorbankan orang lain," ujar Edy" (Lalu) Dari undang undang darurat kesehatan itu pasti ada sanksi. Tapi tak usahlah pakai sanksi sanksi gitu. Semua harus menyadari bahwa vaksin ini untuk keselamatan semuanya Makanya diawali oleh gubernur," pungkas Edy. (mtc/fae)