MATATELINGA, Medan: Universitas Sumatera Utara (USU) selama ini turut berperan aktif dalam pembangunan pariwisata di Sumatera Utara. Salah satu buktinya, USU menyandang predikat Monitoring Centre for Suistainable Tourism Observatory (MCSTO) untuk kawasan pariwisata Danau Toba.Artinya, USU dipercaya sebagai salah satu pusat monitoring dan pendampingan tentang pariwisata berkelanjutan di destinasi wisata Danau Toba.Ini disampaikan salah seorang anggota Dewan Riset Daerah Sumut, Solahudin Nasution, SE, MSP kepada wartawan, Rabu (6/1). Bahkan menurut Solahudin, USU sendiri memiliki potensi yang cukup besar untuk pembangunan pariwisata Sumut."Jika ingin mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan pariwisata di Sumatera Utara, sebenarnya USU memiliki potensi dalam sejumlah bidang," ucap Solahudin yang juga dosen Prodi Perjalanan Wisata Fakultas Ilmu Budaya USU itu.Adapun bidang yang dimaksud Solahudin antara lain; bidang wisata edukasi, wisata kesehatan, wisata agro,." Misalnya untuk potensi wisata edukasi. Tidak perlu diragukan lagi bahwa kiprah USU di dunia pendidikan sebagai kampus tertua di Sumatera memiliki pakar- pakar tenaga terampil berpengalaman dengan berbagai macam latar belakang disiplin ilmu dan didukung oleh fasilitas pendukung, " beber Solahudin.Bidang wisata kesehatan, lanjut Solahudi, USU memiliki rumah sakit yang dikelola sendiri dengan fasilitas yang memadai."Jika ini dikembangkan bukan tidak mungkin menjadi salah satu tujuan masyarakat dari luar kota bahkan dari negara tetangga sambil menikmati wisata dan belanja di kota Medan," urai akademisi tersebut.Sedangkan potensi wisata agro, menurut Solahuddin, jenis wisata ini dimaknai sebagai aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan dan komoditas pertanian atau fasilitas terkait yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.Dalam hal ini lanjut Solahudin, USU memiliki lahan perkebunan yang cukup luas. Bila dalam pengembangannya diarahkan pada pengembangan potensi wisata agro dapat menjadi destinasi yg menarik.Apa lagi kata Solahudin, trend tujuan wisata setelah adanya pandemi ini adalah objek-objek wisata berbasis alam."Nah, ketiga model jenis wisata ini dapat dikemas dalam satu paket wisata menarik dengan menyasar segmen pasar yang cukup luas," papar pria yang juga pemerhati geliat pariwisata Sumut ini.Selain itu, USU juga memiliki wisma internasional sebagai jasa akomodasi yang bisa ditawarkan dan dikelola secara profesional. Kemudian USU juga mengelola Program Studi Perjalanan Wisata yang diperuntukkan untuk menyiapkan tenaga terampil dalam mendukung dunia pariwisata."Tentunya saya tegaskan lagi, jika potensi-potensi ini dikembangkan USU bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi untuk pembangunan pariwisata Sumut," pungkasnya. (mtc/rel)