MATATELINGA, Medan : Harga berbagai komoditas di Kota Medan pada Januari 2021 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), pada bulan ini Kota Medan inflasi 0,38 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,15 pada Desember 2020 menjadi 104,55 pada Januari 2021.“Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2021 sebesar 0,38 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2021 terhadap Januari 2020) sebesar 1,55 persen,” ujar Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi dalam siaran daring di channel Youtube, Senin (1/2/2021).Kata dia, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,14 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,33 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,56 persen.Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu, dan kelompok transportasi sebesar 0,07 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,64 persen. Empat kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; dan kelompok pendidikan.“Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Januari 2021, antara lain tomat, ikan dencis, ikan tongkol/ambu-ambu, ikan asin teri, cabai rawit, ikan kembung/gembung, daging ayam ras, ketupat/lontong sayur,” tuturnya.Di sisi lain, sambung dia, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain cabai merah, buah naga, taucho, bawang merah, ikan asin belah, jengkol, daging babi, dan emas perhiasan. Pada Januari 2021 dari 11 kelompok pengeluaran, empat kelompok memberikan andil inflasi dan dua kelompok memberikan andil deflasi, sedangkan lima kelompok lainnya tidak memberikan andil terhadap inflasi umum Kota Medan.Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,36 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen. Kelompok yang menyumbang andil deflasi terhadap inflasi umum Kota Medan, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen. (mtc/amel)