MATATELINGA, Deliserdang: Seorang pengendara sepeda motor tewas usai terkena lemparan batu saat melintas di kawasan Jalan Medan-Lubukpakam, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Senin (1/2). Parahnya, pelempar batu tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (orang gila).Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin mengatakan adapun korban bernama Rudi Sutrisno (50).Saat itu, kata Sawangin korban bersama calon istrinya Dini Armayami, mengendarai sepeda motor Matic Yamaha Xeon."Saat melintas persis di depan Pos Lantas Tanjung MorawaDari jarak 3 meter melihat seorang laki-laki dewasa sedang berdiri di pinggir jalan sambil memegang batu besar dengan ke dua tangannya. Kemudian saat kendaraanya, mendekat pelaku tersebut melemparkan batu besar pecahan coran semen, ke arah tubuh korban," ujar Sawangin, Rabu (3/2).Batu tersebut mengenai tulang rusuk kiri korban. Tidak terima dengan perbuatan pelaku korban bersama calon istrinya sempat melaporkan kejadian tersebut Polsek Tanjung Morawa." Personil Piket Bhabinkamtibmas, serta Piket unit Reskrim Polsek Tanjung Motawa langsung mengejar pelaku dan setelah tertangkap mengamankan pelaku ke kantor Polsek Tanjung Morawa," ujar SawanginUsai mengalami pelemparan selanjutnya korban dibawa berobat ke klinik Pratama Desa Limau manis Kecamatan Tanjung Morawa. Setelah dari klinik, korban di bawa pulang ke rumahmya."Lalu pada pukul 21.30 WIB keluarga korban melihat korban mengalami syok akibat luka tersebut dan dan pihak keluarga membawa korban ke RS.Siti Fatmawati. (Sampai) Di sana korban dinyatakan sudah meninggal dunia," ujar Sawangin.Terhadap pelaku pelemparan, kata Sawangin masih dilakukan penyelidikan namun diduga pria tanpa identitas tersbut mengalami gangguna kejiwaan."Setelah diintrogasi bicaranya lari lari (ngelantur).Bisa dikatakan sakit mental," ujar SawanginMeskipun begitu, pihaknya akan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa, untuk memastikan kondisikejiwaanya" Tetap melakukan pemerosesan. Ini akan segera, kita kirim ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan. Jadi yag menyatakan dia ganguan mental atau tidak itu bukan dari kepolisian tapi dari rujukan atau vonis kesehatan," ujarnya.Hingga saat ini kata Sawangin, identitas tersangka juga belum diketahui. Saat ditanya polisi, pelaku menyebutkan identitas yang berbeda beda." KTP tidak ada dari saku celananya, bahkan ditanya namanya dia tertawa dan selalu tersenyum. Sebentar dia mengatakan namanya ini, namanya itu, ada tiga sampai empat kali berubah," pungkasnya. (mtc/fae)