MATATELINGA, Medan: Kepala kepolisian Sumatera Utara dikabarkan telah menunjuk AKP Jan Piter Napitupulu, S.H sebagai Kapolsek Percut Situan menggantikan AKP Ricky Pripurna Atmana, S.I.K, karena adanya pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi saat pelaksanaan pertandingan futsal di GOR Mini Pancing MedanAKP Jan Piter Napitupulu, S.H sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagdalops Bagops Satbrimob Polda Sumut.Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Hadi Wahyudi mengakui pengganti AKP Ricky Pripurna Atmana, S.I.K dari Satuan Brimob Polda Sumut.“Penggantinya dari Brimob. Pastinya ada serahterima Jabatan. Untuk disegerakan serahterima,” kata Hadi kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).Selain AKP Jan Piter Napitupulu, Kapolda Sumut juga memutasi AKP Muhammad Reza, S.I.K, Danki 2 Yon A Pelopor Satbrimob Polda Sumut sebagai Pama Polrestabes Medan untuk diarahkan sebagai Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan.Diberitakan sebelumnya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengamankan dan menetapkan penyelenggara turnamen berinisial B sebagai tersangka dalam kasus final futsal yang viral di media sosial. Tersangka juga mencatut nama Polda Sumut untuk memudahkan dan memperlancar jalannya pertandingan.Tersangka membuat 8 spanduk dengan logo seolah-olah itu tim dari Polda Sumut. Pertandingan itu sendiri dilaksanakan dari tanggal 23 Januari �" 30 Januari 2021. Pada tanggal 14 Desember, tersangka BG mengajukan peminjaman gedung stadion ini ke Dispora Provinsi Sumut. Untuk memperlancar atau agar dimudahkan, B mengaku bahwa ini penyelenggaraan dari Polda Sumut.Bahkan, di dalam surat permohonan itu ditandatangani seolah-olah oleh 2 anggota Polri. Hal tersebut juga diakui oleh B. Sebelum final, disebutkan ada eksibisi antara dari tim Polda Sumut melawan klub sepakbola profesional.Riko menambahkan, alasan B membuat surat seolah-olah panitia dari Polda Sumut serta mencantumkan tandatangan 2 anggota Polri, karena sebelum ada pandemi Covid-19, B pernah selenggarakan turnamen futsal dan pada saat itu memang ada 2 anggota Polda Sumut yang menjadi panitia.Pihak Dispora Sumut sudah memberikan persyaratan salah satunya adalah dalam pelaksanaan pertandingan futsal tidak dari tanggal 23 �" 30 Januari tidak ada penonton. Namun, pada saat final B, melalui Instagram mengumumkan dan mengundang komunitas pecinta futsal atau atlit profesional untuk hadir menyaksikan pertandingan final futsal."Untuk masyarakat yang mau nonton ditarik uang Rp 15.000 dan diberikan 1 botol kemasan minuman. Dari hasil penjualan tersebut, yang bersangkutan menerima keuntungan Rp 12 juta," sebutnya.