Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Gubsu Buka Rakornas Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Dan kebudayaan Tahun 2014

Gubsu Buka Rakornas Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Dan kebudayaan Tahun 2014

Admin - Rabu, 04 Juni 2014 20:53 WIB
Matatelinga - Medan, Penelitian dan Pengembangan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Itu Penting

Medan: Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho ST.MSi mengatakan penelitian dan pengembangan bidang pendidikan dan kebudayaan sangat penting dilakukan. Tujuannya untuk memperluas pembangunan di sektor ekonomi dan sosial. 

Demikian disampaikan Gubsu dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakonas) Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014, Rabu (4/6/2014) di Hotel Aryaduta Medan.

Gubsu mengatakan, keberhasilan kebijakan bidang pendidikan dan kebudayaan merupakan sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial.  Dengan demikian, proses demokratisasi dalan kehidupan politik anggota masyarakat semakin baik.

Hal itu perlu dilakukan, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Berdasarkan kondisi itu, Gubsu juga meminta Rakornas Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan mampu mengembangkan penelitian dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan yang menghasilkan solusi atas persoalan pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Banyak masalah pendidikan yang harus dicari solusinya melalui riset-riset dan penelitian bidang pendidikan. 

"Mulai dari kekerasan seksual di lembaga pendidikan, kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional, perkelahian antar pelajar, pembangunan karakter generasi penerus kita yang saat ini terasa kian kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia,"papar Gubsu.

Gubsu mengharapkan munculnya profesionalisme peneliti dalam dunia pendidikan untuk memberikan kontribusinya dalam melakukan perbaikan.  melalui opsi dan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembang yang benar-benar menjadi solusi bagi perubahan pembangunan pendidikan ke arah yang lebih baik.

Sementara itu,  Kaban Balitbang Kemendikbud Prof  Furqon mengatakan mutu pelayan pendidikan menjadi intervensi kebijakan pada tahap berikutnya. Saat ini, fokus utama adalah  semua anak usia pendidikan tertampung pada satuan pendidikan baik negeri maupun swasta. "Intervensi pendidikan pada dasarnya tidak hanya pada pendidikan kejuruan tetapi pendidikan umum. Karena, sistem Pendidikan Nasional tidak hanya mempersiapkan peserta didik dari  jenjang pendidikan dasar sampai tinggi untuk memasuki pasar kerja,"paparnya.

Selain itu,  sistem pendidikan nasional diarahkan untuk menciptakan peserta didik menjadi menjadi manusia Indonesia mandiri. Dengan demikian, diharapkan mampu mengembangkan dan kemajuan Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan maju.

Furqon mengatakan, untuk meningkatkan pemerataan pendidikan Pemerintah telah mengembangkan system Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang dimulai sejak 2013. Targetnya adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) mencapai 97 persen pada tahun 2020. 

"Keputusan Kemdikbud untuk meluncurkan program PMU didasarkan pada dua pertimbangan yaitu keberhasilan pelaksanaan program pelaksanaan Wajar Dikdas. Dan keberhasilan ini ditandai pencapaian APK pada SD/MI dan sederajat 95 % . Pada tingkat SMP/MTs, APKnya juga 95 % pada tahun 2008,"jelasnya

Furqon menambahkan kedua program PMU ditujukan untuk memanfaatan momentum dan memanfaatkan bonus demografi. Untuk itu mulai tahun 2014, Kemdikbud memutuskan untuk menerapkan kurikulum 2013 sebagai intervensi peningkatan mutu pendidikan dasar dan menegah. 

Inplemetasi kurikulum 2013 merupakan pendekatan baru dalam peningkatan mutu dasar dan menegah. " Metode belajar yang akan diterapkan mendorong siswa untuk lebih menerapkan analytical thingking dan tidak lagi pada menghapal pelajaran" paparnya.

Dengan Rakornas ini, Furqon mengharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan strategis dan mekanisme kerja antara Balitbang dan Balitbangda yang dapat menyediakan data dan informasi yang obyektif secara akurat untuk mendukung peruusan dan implementasi kebijakan dan kebudayaan di tingkat nasional maupun daerah.

(Mt)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini

Berita Sumut

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

Berita Sumut

Pj Sekdaprov Sumut Sebut One Day No Car Bagian Transformasi Budaya Kerja ASN

Berita Sumut

Mudik Gratis Idulfitri 2026, Pemprov Sumut Sediakan 5.500 Kursi

Berita Sumut

Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia

Berita Sumut

Kahiyang Ayu Dukung Hari Down Syndrome Sedunia Tingkat Sumut 2026