MATATELINGA, Toba: Luhut Binsar Panjaitan mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Balige di Tambunan Kabupaten Toba Sumatera Utara, Kamis, (11/2/2021).
Kunjungan sekolah Pariwisata ini sebagai tindak lanjut program destinasi pariwisata di Danau Toba yang merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Indonesia.
Luhut mengunjungi lokasi sekolah menengah kejuruan ini untuk memastikan kondisi sekolah tersebut sudah bisa beroperasi pada Juni 2021. Sejak peletakan batu pertama oleh Luhut pada September 2020, bangunan ini sudah akan bisa beroperasi pada bulan Juni 2021.
Menurut keterangan Luhut, sekolah akan membuka pendaftaran melalui online pada Juni 2021.
Syarat menjadi siswapun harus memenuhi standar tinggi badan, baik pria dan wanita dan berpenampilan menarik.
Kepala sekolah Charles Hutajulu menerangkan bahwa siswa hanya berjumlah 36 orang setiap ruangan yang berjumlah 4 ruang belajar setiap kelasnya.
"Kelas hanya diisi 36 siswa dan hanya dua jurusan, yaitu tata boga dan busana. Guru pengajarnya pun guru pilihan dan kita sudah menjalin kerjasama dengan pihak Hotel Labersa dan Restoran Minang di Toba" terang Alfred H. Silalahi kepala UPTD Toba.
Luhut Binsar Panjaitan yang didampingi bupati Toba Darwin Siagian merasa yakin jika sekolah ini akan menjadi sekolah pavorit yang diminati banyak orang. "Sekolah pariwisata ini hanya ada 5 di Indonesia. Jadi ini merupakan pilihan yang bagus" ungkap Darwin Siagian.
[br]
Luhut dalam kesempatan tersebut menjelaskan rencana perbaikan infrastruktur jalan dan lainnya. "Saya akan minta PU dan dinas terkait untuk mempercepat penyelesaian sekolah ini agar bagus dan menghasilkan siswa yang siap bekerja" terang Luhut.
Usai mengunjungi lokasi tersebut, Luhut mengunjungi beberapa lokasi termasuk pembuatan kapal Ihan Batak di Pasir Putih Porsea dan lokasi wisata di Meat dan pelabuhan Balige.
Semua bertujuan agar Toba menarik dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Kunjungan ini akan berlangsung hingga ke Dairi dan Samosir.
Luhut Binsar Panjaitan dan semua yang hadir tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan semua wajib melalui uji Rapid test untuk mencegah penularan virus Corona-19.