MATATELINGA, Medan: Pemuda Muslimin Indonesia Kota Medan mendukung sikap warga Komplek Metrolink Jalan Abdul Haris Nasution yang menolak kebijakan parkir berbayar di kompleks tersebut. Pemuda Muslimin minta dinas terkait di Pemko Medan turun tangan untuk menengahi persoalan ini.Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Kota Medan, Syafrudin Hanafi Siregar mengatakan kebijakan parkir berbayar ini mengakibatkan keresahan masyarakat, konsumen dan warga setempat dikarenakan diberlakukan tanpa ada kesepakatan dengan warga komplek.“Tentunya dengan adanya kebijakan ini para pemilik usaha merasa resah keberadaan parkir berbayar dan akan menyebabkan omzet mereka menurun drastis, bahkan nantinya akan ada ruko usaha di sini yang tutup,”beber Hanafi, Senin (15/2).Dari hasil pantauan lanjut Hanafi, di lapangan kondisi komplek Metrolink Medan kurang kondusif karena masih adanya pro dan kontra atas kebijakan tersebut.“Oleh karenannya berdasarkan permintaan warga, Pemuda Muslimin berharap kepada pengelola komplek berbayar untuk menghentikan segala aktivitas parkir berbayar sampai adanya musyawarah dan kesepakatan warga komplek dengan pihak pengelola,” ucap Hanafi.Pemuda Muslimin juga meminta kepada dinas perizinan terkait untuk membatalkan izin pemberlakuan parkir berbayar di komplek Metrolink hingga adanya kesepakatan warga komplek dengan pihak pengelola“Apabila hal tersebut tidak dilaksanakan dengan bijak oleh pihak pengelola, Pemuda Muslimin akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor walikota dan Dinas DPMPTSP Kota Medan, serta akan mengadukan hal ini kepada Komisi III DPRD Kota Medan,” tutupnya. (mtc/rel)