MATATELINGA, Toba: Panti Karya Hepata Laguboti Kabupaten Toba selalu banyak dikunjungi tamu, baik perorangan atau perusahaan dari dalam dan luar daerah Kabupaten Toba. Para tamu ini tidak hanya sekedar berkunjung melihat kondisi panti, namun juga memberikan bantuan.Bantuan diberikan berupa bahan makanan, pakaian dan pembenahan panti berupa perbaikan infrastruktur jalan dan gedung, seperti yang dilakukan oleh keluarga Baduali Napitupulu.Baduali Napitupulu bersama istri Mayarina Silaen dan anaknya rutin memberikan bantuan sejak tahun 2009 lalu hingga sekarang. Bantuan yang diberikan berupa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, susu, gula, telur dan lainnya.Baduali mengatakan jika bantuan ini diberikan sebagai ucapan rasa syukur pada Tuhan atas berkat yang diterima keluarganya selama ini."Tuhan masih berikan kesehatan dan tubuh yang sempurna pada kami. Tidak seperti saudara kita yang di panti ini. Apa salahnya kita berbagi kasih dengan menyisihkan sedikit rejeki kita pada mereka. Kami memberikan ini hanya karena ucapan rasa syukur saja pada Tuhan" ungkap Baduali.Bantuan diterima langsung oleh pengurus panti Konia Rajagukguk pada Kamis, 11/3/21.Perlu diketahui bahwa penghuni panti ini sebanyak 74 orang. 54 orang berada dalam Panti dan sebagian lagi berada di luar panti namun semua dibiayai Panti Hepata sendiri. Ke 20 orang tersebut berada dekat Panti Hepata dan sudah bisa mandiri walau tetap diawasi pengurus Panti.Kebanyakan penghuni Panti memiliki cacat mental dan tuna netra. Pengurus panti terdiri dari 41 orang. 6 orang mengurus dalam komplek panti Hepata, sementara 35 orang tersebar di beberapa lokasi yang menjangkau para kaum disabilitas lainnya.35 orang ini berfungsi sebagai RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat) yang berada di luar Panti Hepata Laguboti.Panti Hepata berdiri sejak tahun 1923 lalu dan tetap menerima bantuan uluran tangan para dermawan untuk mencukupi kebutuhan panti.Banyak yang memberikan bantuan karena terdorong rasa syukur pada Tuhan seperti yang dilakukan keluarga ini.