MATATELINGA, Medan: Satu dari delapan terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, pada Jumat (19/3), merupakan wargaperumahan Graha Deli Permai, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kesehariannya, pria ituberaktivitas sehari-hari sebagai penjual kripik. Hal tersebut dikatakan Aditia yang merupakan tetangga dari satu dari delapan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 tersebut."Dia biasa berdagang keripik di jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor, Medan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (19/3) sore.Meski tak mengetahui pasti nama tetangganya. Namun, Adit mengungkapkan bahwa tetangganya yang ditangkap Densus 88 kerap disapa sebagai Pak Tono dan memiliki dua anak. Penangkapan terhadap Tono yang merupakan terduga teroris terjadi di sekitar rumahnya sehabis melakukan salat Subuh."Orangnya baik-baik saja karena sering salat bersama Magrib, juga Subuh. Tadi pagi juga masih salat Subuh. Cuma kejadiannya itu selesai Subuh di lapangan (sekitar komplek) yang jemput polisi pakaian biasa," ungkapnya."Waktu pas penggeledahan sekitar sejam. Ada beberapa yang dibawa," Aditia menambahkan.Sebelumnya, juru bicara Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sumatera Utara sebanyak 8 orang di dua daerah yang berbeda."Jadi untuk kegiatan tadi pagi teman-teman dari Densus 88 mengamankan terduga teroris sebanyak 8 orang dari Tanjung Balai 2, dan Medan 6 orang. Semuanya dari tempat yang berbeda penangkapan tersangka ini," kata Hadi. (mtc/fae)