MATATELINGA, Belawan: Warga yang bertempat di sekitar bantaran Sungai Bederah Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Provinsi Sumatera Utara resah akibat sampah menumpuk di sungai tersebut.Menurut Warga yang bermukim di Komplek KPUM, Khairul (29) yang sehari harinya sebagai nelayan jaring Udang dan ikan ini mengatakan bahwa sampah sampah yang menumpuk di sungai ini asalnya dari hulu sungai, seperti limbah rumah tangga dan limbah pabrik."Akibat menumpuknya sampah di sepanang aliran sungai Bederah tersebut, ratusan nelayan yang setiap hari mencari makan dengan cara memancing dan menjala Udang dan ikan tersebut kini tak bisa lagi memperoleh udang dan ikan karena udang dan ikan ikan sudah mati akibat tercemar limbah," bebernya, Sabtu (20/3).Sementara itu, Rahmad Damanik, yang sebagai nelayan mengungkapkan bahwa sampah yang menumpuk di sepanjang sungai ini sudah puluhan tahun."Sungainya tidak pernah dibersihkan oleh Dinas Pengairan Provinsi Sumatera Utara maupun Dinas pengairan Kota Medan," ungkapnya.Masih menurut Rahmad Damanik, di bulan Agustus 2020 yang lalu warga melihat rombongan dari Dinas Kebersihan Kota Medan dan dari Kecamatan Medan Marelan datang kemari membawa alat alat berat.Warga pun merasa senang karena sungai Bederah ini akan di bersihkan. Tapi apa nyatanya,mereka hanya duduk duduk dan dilanjutkan makan siang."Usai mereka makan siang dan sampah sampahnya dibuang kedalam sungai, mereka yang jumlahnya puluhan prang tersebut langsung pergi meninggalkan sungai Bederah," sebut Rahmad.Bila air pasang dari laut maupun hujan turun dari asal gunung maka airnya berobah menjadi hitam dan bauknya sangat menyengat hidung.Harapan warga di sekitar Sei Bederah agar pemerintah segera memerintahkan Dinas Pengairan Provinsi Sumatera Utara dan Pemko Medan untuk segera membersihkan sampah yang menumpuk di dalam sungai Bederah tersebut.Tujuannya agar ratusan nelayan yang mencari penghidupan di sungai tersebut bisa mendapatkan hasilnya.Sementara warga disekitarnya juga merasa senang tidak mencium bauk yang menyengat hidung lagi. Bila sungai berderah tersebut bersih dari limbah sampah dan tidak bauk lagi maka sungai tersebut bisa dijadikan objek Wisata lokal. (mtc/rompas)