Matatelinga - Medan, Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menerima audiensi pengurus Majelis Adat Budaya Melatu Indonesia (MABMI) Kota Medan yang baru terpilih dan dikukuhkan di Balai Kota Medan, Selasa (10/6/2014). Selain memperkenalkan diri sekaligus bersilaturahmi, para pengurus MABMI juga menyampaikan sejumlah program kerjanya.Menurut Shafwan Hadi Umry selaku Wakil Ketua MABMI Kota Medan mewakili pengurus yang hadir, sejumlah program kerja telah mereka siapkan. Salah satunya mengajak Plt Wali Kota bersama-sama dengan MABMI melakukan Safari Ramadhan dengan mendatangi masjid-masjid selama bulan suci Ramadhan 1435 H."Sebelum itu kita ingin menepungtawari Kajati Sumut yang baru dan menjadikannya sebagai warga kehormatan MABMI, sebab Kajatisu merupakan anak Labuhan Deli. Hal ini kita lakukan sebagai bentuk penghormatan," kata Shafwan.Selanjutnya Shafwan mengungkapkan, MABMI pun berharap agar Hari Jadi ke-424 Kota Medan yang jatuh 1 Juli 2014 diisi dengan mengenakan pakaian adat Melayu. Kemudian bekerjasama dengan RRI Nusantara Medan untuk mensiarkan program seni dan budaya maupun pendidikan terkait dengan kebudayaan Melayu."Di samping itu kita juga telah menerbitkan buku tentang Melayu. Diharapkan buku ini dapat diedarkan di sekolah-sekolah agar para siswa dapat mengetahui secara jelas mengenai sejarah maupun kebudayuaan Melayu. Semua ini kita lakukan semata-mata untuk melestarikan kebudayaan Melayu," ungkapnya.Didampingi sejumlah pimpinan SKPD, Eldin menyambut baik kedatangan para pengurus MABMI yang baru terpilih dan dikukuhkan ini. Dia menilai semua program yang disampaikan sudah sangat baik. Karenanya, dia berharap MABMI dapat menjadi organisasi perpanjangan tangan Pemko Medan kepada masyarakat yang belum terjangkau.Lebih dari itu, mantan Sekda Kota Medan ini pun ingin MABMI dapat terus melestarikan sekaligus bagaimana upaya untuk meningkatkan sekalgus mengembangkan kebudayaan Melayu, termasuk berupaya menggali kuliner-kuliner khas Melayu untuk selanjutnya diperkenalkan kepada seluruh masyarakat bekerjasama dengan SKPD terkait."Melayu harus bangkit, sebab kitab memiliki landasan-landasan kuat disertai dengan menggali potensi-potensi yang ada. Harus diingat, potensi Melayu sangat besar. Selama ini Melayu terkenal dengan sifat yang selalu membangun komunikasi dan terbuka kepada siapa saja. Kelebihan inilah yang harus terus kita lestarikan dan kembangkan,"jelasnya.Selain itu Eldin juga berharap agar MABMI dapat mengembangkan budaya Melayu yang ada di Kota Medan. Termasuk, meningkatkan peran serta Melayu dalam mendukung pembangunan di Kota Medan.(Hendra/Mt)