MATATELINGA, Labuhanbatu: Petani sawit Arifin Ritonga (36) Korban sampan terbalik warga Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara yang hanyut di Sungai Kundur saat pulang dari ladang memanen sawit Jumat,(16/04/2021) sekira pukul 11.30 WIB.Kini telah ditemukan.Hal itu dibenarkan Kepala BPBD Labuhanbatu Attia mucktar Hasibuan menjawab pertanyaan Wartawan."Infonya sudah dapat.Baru dapat kabar dari masyarakat.Mayatnya sudah terlihat mengapung di Sungai Aek Kundur,"Kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu, Attia Mucktar Hasibuan kepada Wartawan melalui Minggu (18/4/2021) sekira pukul 21.20 WIB.Dikatakannya,jasad korban ditemukan warga setempat yang kebetulan lewat menggunakan senter dan melihat sesosok mayat mengapung di daratan di tengah Sungai Aek Kundur,sekira pukul 21.10 WIB."Warga melihat mayat mengapung di daratan tengah sungai. Ada semacam daratan kecil di antara pertemuan Sungai Aek Kundur dengan Sungai Bilah," sebutnya.
Baca Juga:Grebek Padang Bulan, Sat Narkoba Polres Labuhanbatu Ringkus Dua OrangDiberitakan sebelumnya,Arifin Ritonga dan adiknya Alimansyah Ritonga (33) pulang dari ladangnya memanen sawit sampannya terbalik.Kapolsek Bilah Hilir melalui Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir Iptu Ilham Lubis SH kepada Wartawan membenarkan kejadian itu dan telah berupaya melakukan pencarian tetapi belum membuahkan hasil."Kita bersama BPBD dibantu warga melakukan pencarian dengan menyisir sungai Kundur yang menuju ke Sungai Bilah,namun hingga kini belum ditemukan ,"Kata Ilham Lubis,Sabtu (17/4/2021).[br]Menurut keterangan dari Alimansyah Ritonga (adik korban), saat itu arus sungai cukup deras, keduanya pun menyeberangi menggunakan sampan yang terbuat dari fiber.Namun naasnya, saat menyeberang sampan mereka oleng dan terbalik sehingga keduanya terjebur ke sungai dan mencoba untuk menyelamatkan diri derasnya arus air sungai."Keterangan dari adiknya, Arifin Ritonga tidak bisa berenang, ia hanyut dan sempat memegang ranting pohon yang jatuh ke sungai, tetapi akhirnya ranting itu patah. Ia pun hanyut terbawa arus sungai yang deras,"Papar Ilham.(Abi)